Samsung Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Resmi, Baterai dan Fitur Kesehatan Jadi Sorotan
7/25/2026
TechCorner.ID - Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 sebagai lini smartwatch terbarunya untuk 2026. Keduanya membawa peningkatan pada kapasitas baterai, performa, layar, kenyamanan, pelacakan aktivitas luar ruang, serta pemantauan kesehatan berbasis kecerdasan buatan.
Meski menggunakan platform dan sejumlah fitur kesehatan yang sama, kedua perangkat memiliki sasaran pengguna berbeda. Galaxy Watch Ultra2 ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan ketahanan lebih tinggi untuk trail running, pendakian, olahraga air, dan aktivitas luar ruang berdurasi panjang. Galaxy Watch9 lebih cocok sebagai jam tangan pintar harian yang ringan untuk memantau tidur, kebugaran, pemulihan, dan aktivitas rutin.
Perubahan tahun ini tidak hanya berupa penyegaran desain. Samsung menggunakan Snapdragon Wear Elite, memperbesar baterai, meningkatkan kecerahan layar, serta memperbarui Samsung Health agar data tubuh dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan ditindaklanjuti.
Ringkasan Cepat
- Galaxy Watch Ultra2 hadir dalam ukuran 47 mm dengan baterai 800 mAh dan layar hingga 5.000 nits.
- Galaxy Watch9 tersedia dalam ukuran 40 mm dan 44 mm dengan layar hingga 3.000 nits.
- Kedua perangkat memakai Snapdragon Wear Elite, Wear OS 7, One UI 9 Watch, dan GPS dual-frequency.
- Fitur kesehatan baru mencakup Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index.
- Harga Galaxy Watch Ultra2 Rp10.499.000, sedangkan Galaxy Watch9 mulai Rp5.999.000.
Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 Hadir di Indonesia
Samsung Electronics Indonesia membuka periode pemesanan awal Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 mulai 22 Juli hingga 13 Agustus 2026. Jadwal pengiriman dan ketersediaan perangkat dapat berbeda berdasarkan waktu pemesanan, stok, lokasi, serta ketentuan Samsung.
Galaxy Watch Ultra2 tersedia dalam ukuran 47 mm dengan pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Gray. Galaxy Watch9 menawarkan dua ukuran yang lebih fleksibel, yaitu 40 mm dalam warna Cream atau Graphite serta 44 mm dalam warna Silver atau Graphite.
Perbedaan ukuran tersebut perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Galaxy Watch Ultra2 memiliki bobot sekitar 61,5 gram dan bodi yang relatif besar. Galaxy Watch9 jauh lebih ringan dengan bobot sekitar 31,5 gram untuk model 40 mm dan 34 gram untuk model 44 mm.
Pengguna dengan pergelangan tangan kecil kemungkinan lebih nyaman memakai Galaxy Watch9 40 mm. Sementara itu, ukuran 47 mm pada model Ultra2 menawarkan layar dan baterai lebih besar, tetapi belum tentu nyaman dikenakan sepanjang hari oleh semua orang.
Perbedaan Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9
| Spesifikasi | Galaxy Watch Ultra2 | Galaxy Watch9 |
| Ukuran | 47 mm | 40 mm dan 44 mm |
| Layar | 1,52 inci, 498 × 498 piksel, hingga 5.000 nits | 1,34 atau 1,47 inci, hingga 3.000 nits |
| Baterai | 800 mAh | 390 mAh atau 445 mAh |
| RAM dan penyimpanan | 2 GB dan 64 GB | 2 GB dan 32 GB |
| Ketahanan | 10 ATM, IP69K, MIL-STD-810H, EN13319 | 5 ATM, IP68, MIL-STD-810H |
| Fokus penggunaan | Petualangan dan olahraga luar ruang | Kesehatan dan aktivitas sehari-hari |
Keduanya menggunakan layar Super AMOLED berlapis Sapphire Crystal, sensor Samsung BioActive, sensor suhu, NFC, Bluetooth 6.0, Wi-Fi, serta GPS dual-frequency L1 dan L5. Sistem operasinya adalah Wear OS 7 dengan antarmuka One UI 9 Watch.
Pengalaman dasar yang ditawarkan relatif serupa. Perbedaan paling menentukan berada pada ukuran, kapasitas baterai, penyimpanan, tingkat ketahanan, serta fitur khusus aktivitas luar ruang pada model Ultra2.
Apa yang Baru pada Galaxy Watch Ultra2?
1. Baterai 800 mAh untuk Pemakaian Lebih Lama
Galaxy Watch Ultra2 menggunakan baterai silicon-carbon berkapasitas 800 mAh. Kapasitas tersebut sekitar 35 persen lebih besar dibandingkan Galaxy Watch Ultra generasi sebelumnya yang membawa baterai 590 mAh.
Samsung mengklaim perangkat dapat digunakan hingga sekitar 60 jam dengan Always On Display aktif. Durasi pemakaian sebenarnya tetap dipengaruhi kecerahan layar, koneksi seluler, GPS, aplikasi, pemantauan kesehatan, suhu lingkungan, dan kebiasaan pengguna.
Baterai lebih besar memberi manfaat nyata bagi pengguna yang melakukan pendakian, perjalanan panjang, atau olahraga luar ruang. Jam tidak perlu terlalu sering dilepas untuk diisi sehingga pelacakan detak jantung, tidur, langkah, rute, dan pemulihan dapat berlangsung lebih berkelanjutan.
2. Layar 5.000 Nits Lebih Mudah Dibaca di Luar Ruangan
Galaxy Watch Ultra2 memiliki layar Super AMOLED 1,52 inci dengan resolusi 498 × 498 piksel dan tingkat kecerahan maksimum hingga 5.000 nits. Peningkatan ini membuat informasi di layar lebih mudah terlihat saat digunakan di bawah sinar matahari.
Visibilitas sangat penting ketika pengguna sedang berlari, bersepeda, atau mendaki. Data seperti rute, elevasi, waktu, detak jantung, dan kecepatan perlu dibaca dengan cepat tanpa mengganggu ritme aktivitas.
Lapisan Sapphire Crystal membantu melindungi permukaan layar, tetapi bukan berarti perangkat kebal terhadap benturan atau goresan dalam semua kondisi. Pengguna tetap perlu memperhatikan risiko ketika beraktivitas di medan berbatu atau lingkungan ekstrem.
3. Bodi Lebih Tipis, tetapi Karakternya Tetap Kokoh
Samsung membuat Galaxy Watch Ultra2 sekitar 12 persen lebih tipis dibandingkan pendahulunya. Ketebalannya tercatat sekitar 10,7 mm dengan casing titanium dan desain cushion yang mempertahankan karakter seri Ultra.
Pengurangan ketebalan membantu jam terasa lebih nyaman, tetapi dimensinya tetap besar. Sebelum membeli, pengguna disarankan mencoba perangkat secara langsung untuk menilai kenyamanan bodi, tombol, dan strap pada pergelangan tangan.
4. Trail Run dan Navigasi GPX
Galaxy Watch Ultra2 menyediakan mode Trail Run yang dirancang untuk pelari lintas alam. Fitur ini dapat menampilkan rute, profil elevasi, progres pendakian, dan informasi yang membantu pengguna memahami medan di depan.
Pengguna juga dapat mengunggah berkas GPX sebelum memulai perjalanan. Rute yang sudah tersimpan dapat tetap digunakan ketika koneksi seluler terbatas, misalnya saat berlari atau mendaki di kawasan pegunungan.
GPS dual-frequency L1 dan L5 membantu meningkatkan pelacakan posisi di lingkungan yang menantang. Namun, ketelitian tetap dapat dipengaruhi pepohonan lebat, tebing, gedung tinggi, cuaca, dan kondisi satelit.
5. Nutrition Alert untuk Membantu Menjaga Hidrasi
Nutrition Alert melengkapi fitur Sweat Loss yang telah tersedia sebelumnya. Sistem memperkirakan jumlah cairan yang hilang melalui keringat berdasarkan data tubuh dan aktivitas pengguna.
Jam kemudian dapat memberikan panduan mengenai waktu dan jumlah cairan yang perlu dikonsumsi. Fitur ini bermanfaat saat melakukan olahraga berdurasi panjang, tetapi hasilnya tetap berupa estimasi dan bukan pengukuran medis langsung.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda karena dipengaruhi suhu, kelembapan, kondisi tubuh, intensitas latihan, pakaian, dan asupan sebelum berolahraga. Pengguna tetap perlu memperhatikan respons tubuhnya sendiri.
6. Pelacakan Menyelam dan Aplikasi Ultra2 Diving
Galaxy Watch Ultra2 memiliki sertifikasi IP69K, 10 ATM, MIL-STD-810H, dan EN13319. Ketika digunakan dalam kondisi yang sesuai, perangkat dapat mencatat kedalaman, durasi penyelaman, dan suhu air secara real-time.
Samsung juga menyiapkan aplikasi Ultra2 Diving yang dikembangkan bersama Mares. Aplikasi tersebut dijadwalkan tersedia menjelang akhir 2026 dengan fungsi tambahan, termasuk pemantauan kecepatan naik dan turun serta informasi batas aman penyelaman.
Kemampuan lanjutan dari aplikasi Ultra2 Diving tidak boleh dianggap sudah tersedia sejak awal penjualan. Ketersediaannya dapat bergantung pada pembaruan perangkat lunak, wilayah, dan ketentuan layanan.
Ketahanan air juga bukan kondisi permanen dan dapat berkurang seiring waktu. Setelah terkena air laut, perangkat perlu dibilas menggunakan air tawar dan dikeringkan sesuai petunjuk perawatan Samsung.
Smartwatch tidak seharusnya menjadi satu-satunya perangkat keselamatan saat menyelam. Pengguna tetap harus mengikuti prosedur yang benar, mempertimbangkan kondisi lingkungan, dan menggunakan perlengkapan pendukung yang sesuai.
Galaxy Watch9 Lebih Praktis untuk Pemakaian Harian
Galaxy Watch9 tidak mengejar ketahanan ekstrem seperti Ultra2. Daya tarik utamanya berada pada bodi yang ringan, pilihan ukuran lebih fleksibel, desain ramping, serta fitur kesehatan yang dapat digunakan sepanjang hari dan ketika tidur.
Versi 40 mm membawa baterai 390 mAh, sedangkan versi 44 mm menggunakan baterai 445 mAh. Kedua ukuran mempunyai layar Super AMOLED hingga 3.000 nits yang cukup terang untuk menampilkan notifikasi dan data olahraga di luar ruangan.
Dynamic Lug System membantu strap terpasang lebih rapat sehingga bagian sensor berada dekat dengan kulit. Posisi yang stabil dapat mendukung pembacaan data lebih konsisten ketika pengguna bergerak, berolahraga, atau tidur.
Galaxy Watch9 lebih cocok untuk pengguna yang membutuhkan pemantauan aktivitas, tidur, latihan, dan pemulihan tanpa harus menggunakan smartwatch berukuran besar. Model 40 mm menjadi pilihan paling ringan, sedangkan ukuran 44 mm menawarkan layar serta baterai lebih besar.
Snapdragon Wear Elite Menjadi Fondasi Keduanya
Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 menjadi lini Galaxy Watch pertama yang menggunakan Snapdragon Wear Elite Platform. Pada tabel spesifikasi Samsung, prosesor tersebut tercantum sebagai Qualcomm SDW6100 dengan konfigurasi penta-core dan fabrikasi 3 nm.
Platform baru ini ditujukan untuk meningkatkan kecepatan respons, efisiensi daya, dan pemrosesan data dari sensor serta GPS. Dampak yang diharapkan pengguna adalah perpindahan menu lebih mulus, aplikasi terbuka lebih cepat, dan pelacakan aktivitas berjalan stabil.
Peningkatan prosesor belum tentu menjadi alasan cukup bagi pemilik Galaxy Watch generasi terbaru untuk langsung mengganti perangkat. Manfaatnya akan lebih terasa bagi pengguna jam lama yang baterainya mulai menurun atau kinerjanya tidak lagi responsif.
Google Gemini Bisa Diakses dari Pergelangan Tangan
Galaxy Watch9 terintegrasi dengan Google Gemini untuk membantu pengguna memperoleh informasi, membuat pengingat, dan menjalankan tugas melalui perintah suara. Fitur Raise to Talk memungkinkan percakapan dimulai dengan mengangkat pergelangan tangan.
Raise to Talk perlu diaktifkan secara manual melalui pengaturan. Aktivasi fitur tersebut dapat sedikit meningkatkan konsumsi baterai. Pengguna juga hanya dapat menggunakan satu asisten suara aktif dalam satu waktu, yaitu Gemini atau Bixby.
Ketersediaan fungsi Gemini dapat dipengaruhi bahasa, negara, akun, koneksi internet, aplikasi, dan layanan yang terhubung. Karena itu, kemampuan yang diterima setiap pengguna belum tentu sama.
Fitur Kesehatan AI yang Perlu Diperhatikan
Samsung memperbarui Samsung Health dengan pendekatan yang tidak hanya menampilkan data mentah. Informasi dari sensor diolah menjadi insight yang membantu pengguna memahami pola tubuh, beban latihan, pemulihan, dan kebugaran secara lebih praktis.
1. Vitals
Vitals menganalisis detak jantung, variabilitas detak jantung, laju pernapasan, suhu kulit, dan kadar oksigen dalam darah selama pengguna tidur. Sistem kemudian memberikan notifikasi ketika menemukan perubahan berarti dibandingkan baseline kesehatan pribadi.
Fitur ini membutuhkan data tidur setidaknya selama tujuh malam. Jam harus digunakan ketika tidur agar sistem memiliki informasi yang cukup untuk mengenali pola pengguna.
2. Heart Health Score
Heart Health Score merangkum sejumlah indikator kardiovaskular dan gaya hidup dalam bentuk skor. Perhitungannya dapat mempertimbangkan durasi tidur, indeks massa tubuh, beban vaskular, serta durasi aktivitas fisik sedang hingga berat.
Skor tersebut membantu pengguna melihat kebiasaan yang perlu diperhatikan. Namun, hasilnya hanya ditujukan untuk kesehatan dan kebugaran umum, bukan untuk mendiagnosis penyakit jantung atau menggantikan pemeriksaan medis.
3. Daily Cardio Load
Daily Cardio Load mengukur akumulasi beban kardiovaskular berdasarkan intensitas dan durasi aktivitas. Informasinya membantu pengguna menilai apakah latihan harian terlalu ringan, seimbang, atau berpotensi membutuhkan pemulihan lebih lama.
Fitur ini memerlukan riwayat aktivitas minimal tujuh hari. Samsung menyarankan perangkat digunakan selama sekitar 28 hari berturut-turut agar sistem memperoleh data yang lebih stabil dan akurat.
Nilai beban dapat meningkat bukan hanya karena olahraga, tetapi juga ketika pengguna sedang tegang, cemas, atau mengalami kondisi lain yang meningkatkan detak jantung.
4. Fitness Index
Fitness Index memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kebugaran dengan menggunakan data komposisi tubuh, VO₂ Max, catatan aktivitas, dan jumlah langkah. Pengguna kemudian dapat memperoleh sasaran yang lebih sesuai dengan kondisi tubuhnya.
Untuk menggunakan fitur ini, pengukuran BIA dan VO₂ Max perlu dilakukan setidaknya satu kali serta dilengkapi data aktivitas dan langkah selama dua hari. Rekomendasi akan lebih berguna ketika pengguna memakai perangkat secara konsisten.
Dampaknya bagi Pengguna
Pembaruan Samsung Health menunjukkan bahwa smartwatch mulai bergerak dari sekadar alat pencatat menjadi perangkat yang membantu menjelaskan arti data. Pengguna tidak hanya melihat jumlah langkah atau detak jantung, tetapi juga mendapatkan konteks mengenai kesiapan tubuh, beban latihan, dan kebutuhan pemulihan.
Manfaat tersebut tetap bergantung pada konsistensi pemakaian. Apabila jam hanya digunakan sesekali, sistem akan memiliki data terbatas sehingga insight personal yang dihasilkan mungkin tidak maksimal.
Pengguna juga perlu memahami bahwa hasil sensor dapat dipengaruhi posisi jam, gerakan tubuh, kondisi kulit, suhu, kebugaran, dan cara pemakaian. Data smartwatch sebaiknya digunakan sebagai referensi untuk membentuk kebiasaan, bukan sebagai kesimpulan medis.
Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Kelebihan Utama
- Baterai Galaxy Watch Ultra2 meningkat menjadi 800 mAh.
- Layar hingga 5.000 nits lebih mudah dibaca di luar ruangan.
- Snapdragon Wear Elite digunakan pada kedua model.
- Fitur kesehatan memberikan konteks yang lebih mudah dipahami.
- Galaxy Watch9 menyediakan pilihan ukuran yang lebih fleksibel.
- Galaxy Watch Ultra2 mendukung Trail Run, GPX, hidrasi, dan pelacakan menyelam.
2. Batasan dan Risiko
- Ukuran Galaxy Watch Ultra2 dapat terasa terlalu besar bagi sebagian pengguna.
- Daya tahan baterai sebenarnya bergantung pada fitur dan pola pemakaian.
- Beberapa insight membutuhkan data selama beberapa hari atau minggu.
- Aplikasi Ultra2 Diving baru dijadwalkan tersedia menjelang akhir 2026.
- Fitur kesehatan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit.
- Ketersediaan layanan dapat berbeda berdasarkan wilayah, akun, ponsel, dan versi aplikasi.
Kompatibilitas yang Harus Diperiksa
Sebagian fitur terbaru membutuhkan ponsel Android 13 atau lebih baru, aplikasi Samsung Health versi yang sesuai, serta login ke Samsung Account. Persyaratan dapat berbeda untuk setiap fungsi.
Pengguna ponsel lama sebaiknya memeriksa kompatibilitas sebelum membeli. Jangan hanya memastikan koneksi Bluetooth, karena beberapa fitur kesehatan, sinkronisasi, dan layanan AI dapat memiliki persyaratan perangkat lunak tersendiri.
Ketersediaan fitur tekanan darah, elektrokardiogram, dan fungsi kesehatan tertentu juga dapat dipengaruhi peraturan di setiap negara. Informasi terbaru sebaiknya diperiksa langsung melalui halaman resmi Samsung Health.
Harga Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 di Indonesia
Mengacu pada informasi resmi Samsung Indonesia, Galaxy Watch Ultra2 dijual dengan harga Rp10.499.000. Galaxy Watch9 ukuran 44 mm dibanderol Rp6.499.000, sedangkan model 40 mm dipasarkan seharga Rp5.999.000.
Selama periode pemesanan awal 22 Juli hingga 13 Agustus 2026, Samsung menawarkan program tertentu seperti cicilan, tukar tambah, cashback, bonus Metal Band untuk Galaxy Watch Ultra2, serta uji coba Strava selama 60 hari.
Nilai dan ketersediaan promosi dapat dipengaruhi metode pembayaran, perangkat yang ditukar, stok, lokasi pembelian, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
Siapa yang Sebaiknya Membeli?
- Pilih Galaxy Watch Ultra2 apabila kamu rutin melakukan trail running, hiking, bersepeda jarak jauh, olahraga air, atau aktivitas luar ruang yang membutuhkan baterai serta ketahanan lebih tinggi. Model ini juga sesuai bagi pengguna yang memerlukan penyimpanan 64 GB dan layar sangat terang.
- Pilih Galaxy Watch9 40 mm apabila kamu mengutamakan kenyamanan, bobot ringan, dan ukuran yang lebih ramah untuk pergelangan kecil. Model ini cocok untuk memantau tidur, aktivitas harian, olahraga ringan, dan pemulihan.
- Pilih Galaxy Watch9 44 mm apabila kamu menginginkan layar dan baterai lebih besar, tetapi tidak memerlukan bodi titanium, sertifikasi penyelaman, atau kemampuan outdoor khusus dari model Ultra2.
- Pemilik Galaxy Watch8 atau Galaxy Watch Ultra sebelumnya tidak harus langsung melakukan upgrade. Pertimbangkan kondisi baterai perangkat saat ini, fitur yang benar-benar akan digunakan, kenyamanan ukuran, dan biaya yang harus dikeluarkan setelah program tukar tambah.
Ekosistem Perangkat Samsung Semakin Terhubung
Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 diluncurkan bersamaan dengan generasi baru perangkat lipat Samsung. Integrasi antara smartphone, smartwatch, Samsung Health, Google Gemini, dan layanan Galaxy menjadi bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan.
Baca juga: Samsung Galaxy Z Flip 8 resmi di Indonesia dan perubahan yang dibawanya.
Link Resmi dan Rujukan Utama
- Halaman resmi Samsung Galaxy Watch Ultra2 Indonesia
- Halaman resmi Samsung Galaxy Watch9 Indonesia
- Spesifikasi Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 di Samsung Newsroom
- Harga dan promosi Galaxy Watch terbaru di Indonesia
- Rujukan pemberitaan ANTARA
Ikuti Perkembangan Wearable Terbaru
Smartwatch kini tidak hanya mencatat langkah dan menampilkan notifikasi. Perangkat wearable semakin berperan membantu pengguna memahami pola tidur, aktivitas, pemulihan, dan kebiasaan sehari-hari. Terus ikuti TechCorner.ID untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai smartwatch, ponsel, aplikasi, dan perkembangan teknologi yang dibahas secara jelas serta relevan.
Kesimpulan
Samsung Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 menghadirkan peningkatan yang cukup berarti untuk lini smartwatch Samsung pada 2026. Keduanya menggunakan Snapdragon Wear Elite, Wear OS 7, One UI 9 Watch, layar lebih terang, serta Samsung Health dengan insight kesehatan berbasis AI.
Galaxy Watch Ultra2 menjadi pilihan paling lengkap untuk pengguna yang membutuhkan baterai 800 mAh, layar 5.000 nits, navigasi GPX, mode Trail Run, pemantauan hidrasi, dan ketahanan untuk aktivitas luar ruang. Namun, ukuran 47 mm dan harga Rp10.499.000 membuatnya lebih cocok bagi pengguna dengan kebutuhan khusus.
Galaxy Watch9 menawarkan pilihan yang lebih rasional untuk penggunaan sehari-hari. Bodinya lebih ringan, tersedia dalam ukuran 40 mm dan 44 mm, serta membawa fitur kesehatan yang sama-sama kuat dengan harga mulai Rp5.999.000.
Pilihan terbaik tidak hanya ditentukan spesifikasi tertinggi. Pertimbangkan ukuran pergelangan tangan, jenis aktivitas, kompatibilitas ponsel, fitur yang benar-benar digunakan, dan anggaran sebelum memutuskan membeli.
FAQ Singkat
1. Berapa harga Samsung Galaxy Watch Ultra2 di Indonesia?
Galaxy Watch Ultra2 ukuran 47 mm dipasarkan dengan harga resmi Rp10.499.000.
2. Berapa harga Samsung Galaxy Watch9?
Galaxy Watch9 ukuran 40 mm dijual seharga Rp5.999.000, sedangkan versi 44 mm dibanderol Rp6.499.000.
3. Apa perbedaan utama Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9?
Galaxy Watch Ultra2 mempunyai baterai, penyimpanan, layar, ketahanan, dan fitur aktivitas luar ruang yang lebih tinggi. Galaxy Watch9 lebih ringan dan ditujukan untuk pemantauan kesehatan serta aktivitas harian.
4. Apakah aplikasi Ultra2 Diving sudah tersedia?
Belum sepenuhnya. Fitur dasar dapat mencatat kedalaman, durasi, dan suhu air, sedangkan aplikasi Ultra2 Diving dengan kemampuan lanjutan dijadwalkan tersedia menjelang akhir 2026.
5. Apakah Galaxy Watch9 bisa digunakan dengan semua ponsel Android?
Tidak selalu. Sebagian fitur terbaru membutuhkan Android 13 atau lebih baru, Samsung Health versi yang sesuai, serta Samsung Account. Kompatibilitas perlu diperiksa berdasarkan ponsel dan fitur yang ingin digunakan.
6. Apakah fitur kesehatan Galaxy Watch dapat menggantikan dokter?
Tidak. Fitur kesehatan pada Galaxy Watch ditujukan untuk kebugaran dan referensi pribadi. Perangkat ini tidak dirancang untuk mendiagnosis, mengobati, atau menggantikan konsultasi dengan tenaga medis.