Play Store Tak Lagi Sendirian, Google Buka Android untuk Toko Aplikasi Pesaing
7/19/2026
TechCorner.ID - Google akan membuka akses lebih luas bagi toko aplikasi pihak ketiga di Android mulai 22 Juli 2026. Perubahan ini memungkinkan marketplace pesaing yang memenuhi persyaratan untuk mengakses katalog Google Play atau bahkan didistribusikan langsung melalui Play Store kepada pengguna di Amerika Serikat.
Namun, kebijakan tersebut belum berlaku secara global dan tidak berarti semua toko aplikasi alternatif otomatis aman atau dapat langsung muncul di perangkat Android. Google menyiapkan dua program berbeda dengan persyaratan, biaya, proses pemeriksaan, dan tingkat pengawasan yang tidak sama.
Bagi pengguna Indonesia, perubahan ini belum memberikan akses langsung ke toko aplikasi pesaing melalui Play Store. Meski demikian, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem Android bergerak menuju model distribusi yang lebih terbuka, sambil tetap mempertahankan pemeriksaan keamanan dan kendali atas aplikasi yang menggunakan infrastruktur Google.
Ringkasan Cepat
Mulai 22 Juli 2026, toko aplikasi pihak ketiga yang memenuhi ketentuan dapat mengakses katalog Google Play atau didistribusikan melalui Play Store kepada pengguna Amerika Serikat. Kedua fasilitas tersebut merupakan program terpisah. Kebijakan ini belum berlaku dengan mekanisme yang sama di Indonesia.
Apa yang Sebenarnya Berubah di Play Store?
Android sejak lama memungkinkan pengguna memasang aplikasi dari luar toko resmi. Pengguna dapat memperoleh aplikasi melalui toko bawaan produsen smartphone, situs pengembang, marketplace alternatif, atau file APK yang dipasang secara manual.
Perubahan terbaru bukan sekadar membuka kemampuan memasang aplikasi dari sumber lain. Google kini menyediakan jalur resmi agar toko aplikasi pesaing dapat beroperasi lebih dekat dengan ekosistem Google Play di Amerika Serikat.
Berdasarkan dokumentasi Google, operator marketplace dapat mengikuti program untuk mengakses katalog aplikasi dan game yang tersedia di Google Play. Selain itu, tersedia program berbeda yang memungkinkan toko aplikasi pihak ketiga didistribusikan langsung melalui Play Store.
Kebijakan tersebut juga menjadi pembahasan dalam laporan KompasTekno mengenai masuknya toko aplikasi pihak ketiga ke Android. Penerapan awalnya terbatas bagi pengguna Amerika Serikat dan belum menjadi peluncuran global.
1. Dua program berbeda yang perlu dipahami
Program pertama adalah Play Catalog Access Program. Melalui program ini, toko aplikasi pihak ketiga yang terdaftar dapat mengakses katalog Google Play, termasuk nama aplikasi, ikon, deskripsi, tangkapan layar, video, dan informasi lain yang diberikan pengembang.
Marketplace dapat menampilkan aplikasi tersebut di dalam tokonya. Ketika pengguna memilih aplikasi yang berasal dari katalog Google, proses pengunduhannya tetap diselesaikan melalui infrastruktur Google Play.
Program kedua adalah Third-party App Store on Play Program. Jalur ini memungkinkan toko aplikasi pihak ketiga itu sendiri didistribusikan melalui Play Store kepada pengguna Amerika Serikat.
Dengan demikian, akses terhadap katalog tidak otomatis membuat sebuah marketplace dapat diunduh melalui toko Google. Operator harus mengikuti program yang sesuai dengan tujuan layanannya.
2. Perbedaan kedua program dalam praktik
| Aspek | Play Catalog Access Program | Third-party App Store on Play Program |
| Fungsi utama | Mengakses dan menampilkan katalog aplikasi Google Play | Mendistribusikan toko aplikasi pihak ketiga melalui Google Play |
| Proses unduhan | Aplikasi katalog tetap diunduh melalui infrastruktur Google | Pengguna mengunduh marketplace pesaing melalui Google Play |
| Wilayah awal | Amerika Serikat | Amerika Serikat |
| Biaya utama | 5.000 dollar AS per tahun | 15.000 dollar AS per tahun, ditambah kemungkinan biaya peninjauan |
| Kebijakan aplikasi | Marketplace dapat memiliki kebijakan kontennya sendiri | Toko dan aplikasi dalam katalognya harus memenuhi kebijakan Google Play |
Mengapa Google Membuka Android untuk Toko Aplikasi Pesaing?
Perubahan tersebut berkaitan dengan perintah pengadilan di Amerika Serikat yang mewajibkan Google membuka ruang lebih besar bagi kompetisi dalam distribusi aplikasi Android.
Kebijakan distribusi aplikasi dan sistem pembayaran Google selama beberapa tahun menjadi bagian dari sengketa hukum dengan Epic Games, perusahaan di balik Fortnite dan Epic Games Store. Epic menilai aturan Google membatasi persaingan karena pengembang dan pengguna terlalu bergantung pada sistem distribusi serta pembayaran milik Google.
Putusan pengadilan kemudian mendorong sejumlah perubahan. Google harus memberi jalan bagi toko aplikasi pesaing, menyediakan akses terhadap katalog, dan mengurangi beberapa pembatasan yang sebelumnya menghambat distribusi alternatif.
Meski ekosistemnya menjadi lebih terbuka, Google tetap menetapkan persyaratan teknis, biaya, pemeriksaan keamanan, dan ketentuan operasional. Karena itu, perubahan ini bukan pembebasan distribusi aplikasi tanpa aturan.
Bagaimana Play Catalog Access Program Bekerja?
Marketplace yang mengikuti program akses katalog dapat mengambil informasi listing aplikasi dari Google Play. Data tersebut kemudian ditampilkan melalui antarmuka marketplace masing-masing.
Secara umum, prosesnya dapat berjalan sebagai berikut:
- Pengguna membuka toko aplikasi pihak ketiga yang telah mengikuti program.
- Marketplace menampilkan aplikasi dari katalognya sendiri serta aplikasi yang berasal dari katalog Google.
- Pengguna memilih aplikasi yang ingin dipasang.
- Marketplace harus memberitahukan bahwa aplikasi tersebut berasal dari Google Play.
- Pengguna memberikan persetujuan untuk melanjutkan instalasi.
- Pengunduhan diselesaikan melalui sistem Google menggunakan Inline Install API.
- Pembaruan aplikasi dikelola sesuai sumber dan mekanisme distribusi yang digunakan.
Google tetap mengenakan biaya layanan yang berlaku terhadap aplikasi yang diunduh dengan mekanisme tersebut. Marketplace juga tidak boleh mengenakan biaya tambahan kepada pengguna hanya untuk mengunduh, memasang, atau menggunakan aplikasi yang tersedia melalui akses katalog.
Pengembang tetap memiliki kendali atas listing
Pengembang dapat mengatur apakah materi listing aplikasinya boleh ditampilkan oleh marketplace lain. Pilihan tersebut tersedia melalui pengaturan katalog di Play Console.
Pengembang dapat menerbitkan seluruh listing ke semua marketplace yang terdaftar, mengatur izin untuk setiap marketplace secara individual, atau menolak seluruh distribusi melalui toko pihak ketiga.
Apabila pengembang tidak menentukan pilihan, Google akan mulai menyediakan listing aplikasi Amerika Serikat kepada marketplace peserta mulai 22 Juli 2026.
Kontrol ini penting karena tidak semua pengembang ingin merek, deskripsi, gambar, atau aplikasinya ditampilkan melalui layanan pihak ketiga yang belum memiliki hubungan bisnis langsung dengan mereka.
Bagaimana Toko Aplikasi Pesaing Bisa Masuk Play Store?
Melalui Third-party App Store on Play Program, marketplace yang lolos proses pendaftaran dapat didistribusikan melalui Google Play kepada pengguna Amerika Serikat.
Pengguna tidak lagi harus mengunduh file APK marketplace melalui browser atau mengaktifkan izin instalasi dari sumber tertentu. Toko pihak ketiga yang diterima dalam program dapat ditemukan dan dipasang melalui jalur distribusi Google.
Namun, tidak semua marketplace akan diterima. Operator harus berbentuk organisasi yang dapat diverifikasi, menjalankan pasar aplikasi yang sah, memiliki izin distribusi dari pengembang, menyediakan informasi aplikasi secara transparan, dan memiliki proses penanganan sengketa hak kekayaan intelektual.
Operator juga harus menyerahkan versi toko dan aplikasi dalam katalognya untuk ditinjau. Seluruh aplikasi yang didistribusikan melalui program ini wajib memenuhi kebijakan Google Play.
Persyaratan Keamanan dan Transparansi
Google menetapkan berbagai ketentuan agar toko aplikasi alternatif tidak menjadi jalur mudah bagi malware, penipuan, aplikasi palsu, atau konten ilegal.
1. Harus beroperasi sebagai marketplace yang sah
Operator harus terdaftar sebagai organisasi dan membuka layanannya bagi pengembang pihak ketiga yang memenuhi persyaratan. Kebijakan penerimaan aplikasi harus jelas, tersedia untuk publik, dan tidak diterapkan secara diskriminatif.
Marketplace juga harus memiliki izin yang memadai untuk mendistribusikan aplikasi, menghormati hak kekayaan intelektual, serta menyediakan mekanisme untuk menangani laporan pelanggaran.
2. Informasi aplikasi harus lengkap
Setiap aplikasi harus disertai informasi penting, seperti nama aplikasi, nama pengembang, deskripsi, nomor versi, ukuran file, daftar izin, kontak pengembang, dan pemberitahuan hukum yang relevan.
Instalasi, pembelian, atau perubahan kepemilikan aplikasi hanya dapat dilakukan setelah pengguna memberikan persetujuan. Pengguna juga harus memperoleh kontrol yang jelas atas pembaruan otomatis maupun manual.
3. Wajib memiliki perlindungan pengguna
Marketplace peserta harus berupaya mencegah penyebaran malware dan aplikasi yang berpotensi membahayakan perangkat. Operator juga harus menyediakan kebijakan privasi, kontrol orang tua, dukungan pelanggan, serta saluran untuk melaporkan penipuan atau konten ilegal.
Google menetapkan bahwa tingkat percobaan instalasi malware atau aplikasi berbahaya pada marketplace peserta tidak boleh melebihi 1 persen dalam periode berjalan 30 hari.
Berapa Biaya yang Harus Dibayar Operator Marketplace?
Besarnya biaya bergantung pada program yang diikuti. Untuk memperoleh akses katalog melalui Play Catalog Access Program, operator harus membayar biaya awal sebesar 5.000 dollar AS.
Biaya tersebut digunakan untuk proses pemeriksaan keamanan dan kebijakan selama pendaftaran. Operator harus membayar biaya yang sama setiap tahun untuk mempertahankan akses terhadap katalog.
Program distribusi toko melalui Google Play memiliki struktur biaya berbeda. Operator Third-party App Store on Play Program dikenai biaya tahunan 15.000 dollar AS.
Dari jumlah tersebut, 5.000 dollar AS menjadi kredit yang dapat digunakan untuk sebagian biaya pemeriksaan manual. Google juga dapat mengenakan biaya tambahan berdasarkan jumlah dan jenis peninjauan terhadap toko, aplikasi dalam katalog, serta versi pembaruannya.
Besarnya biaya menunjukkan bahwa kedua program ditujukan untuk operator marketplace yang memiliki struktur bisnis, dukungan teknis, dan sistem keamanan memadai, bukan untuk situs pengunduhan APK yang tidak jelas pengelolanya.
Dampak bagi Pengguna Android
1. Pilihan untuk menemukan aplikasi menjadi lebih banyak
Pengguna dapat memperoleh jalur tambahan untuk menemukan aplikasi dan game. Marketplace tertentu dapat menawarkan pengalaman yang lebih khusus, misalnya berfokus pada game, aplikasi produktivitas, aplikasi sumber terbuka, atau perangkat dari kategori tertentu.
Persaingan juga dapat mendorong pengelola toko untuk meningkatkan fitur pencarian, rekomendasi, layanan pelanggan, promosi, serta pengelolaan pembaruan aplikasi.
2. Instalasi toko alternatif menjadi lebih sederhana
Selama ini pengguna yang ingin memasang marketplace alternatif sering harus mengunduh APK melalui browser dan memberikan izin instalasi dari sumber tersebut.
Distribusi melalui Play Store dapat menyederhanakan tahapan tersebut. Pengguna dapat menemukan dan memasang marketplace yang diterima tanpa mencari file instalasi melalui situs yang belum tentu dapat dipercaya.
3. Pengguna tetap dapat memakai Play Store seperti biasa
Kehadiran toko pesaing tidak menghapus atau menggantikan layanan Google. Pengguna masih dapat mencari, membeli, memasang, dan memperbarui aplikasi melalui toko resmi seperti sebelumnya.
Marketplace pihak ketiga hanya menjadi pilihan tambahan. Pengguna bebas menentukan apakah ingin tetap menggunakan satu toko atau memakai beberapa marketplace sekaligus.
4. Harga aplikasi belum tentu lebih murah
Persaingan dapat membuka peluang munculnya promosi atau metode pembayaran berbeda. Namun, perubahan tersebut tidak otomatis membuat seluruh aplikasi, game, atau langganan menjadi lebih murah.
Harga tetap dipengaruhi oleh keputusan pengembang, pajak, biaya transaksi, kurs mata uang, wilayah akun, serta aturan setiap marketplace.
Untuk memahami perubahan lain pada struktur biaya ekosistem aplikasi, baca juga pembahasan TechCorner.ID tentang dampak penurunan biaya Play Store bagi pengguna dan pengembang.
Kelebihan Ekosistem Android yang Lebih Terbuka
- Persaingan antarmarketplace meningkat: setiap toko harus menawarkan pengalaman dan layanan yang lebih menarik.
- Jalur distribusi pengembang bertambah: aplikasi dapat ditemukan melalui lebih dari satu layanan.
- Marketplace khusus lebih mudah berkembang: toko dapat berfokus pada kategori, komunitas, atau jenis perangkat tertentu.
- Inovasi pencarian aplikasi lebih beragam: setiap marketplace dapat mengembangkan sistem rekomendasi dan kurasi sendiri.
- Ketergantungan pada satu toko berkurang: pengguna dan pengembang memperoleh pilihan tambahan dalam mendistribusikan aplikasi.
Keterbukaan tersebut dapat menjadi keuntungan apabila diikuti persaingan sehat, transparansi, dan perlindungan konsumen yang kuat.
Risiko dan Batasan yang Perlu Diperhatikan
1. Kebijakan keamanan bergantung pada program
Tingkat pengawasan Google berbeda pada setiap program. Marketplace yang hanya mengikuti Play Catalog Access Program tidak diatur oleh seluruh kebijakan konten Google Play dan dapat menerapkan ketentuan kontennya sendiri.
Sebaliknya, marketplace yang didistribusikan langsung melalui Google Play wajib mematuhi kebijakan Google. Operator juga harus menyerahkan toko serta aplikasi dalam katalognya untuk proses pemeriksaan.
Karena itu, pengguna perlu memeriksa apakah aplikasi yang dipilih berasal dari katalog Google atau dari katalog mandiri milik marketplace.
2. Marketplace dapat menawarkan aplikasi dari sumber lain
Operator program akses katalog wajib menyediakan aplikasi lain di luar katalog Google. Artinya, tidak semua aplikasi yang terlihat dalam marketplace tersebut selalu diunduh melalui infrastruktur Google.
Sebelum memasang aplikasi, periksa sumber file, identitas pengembang, izin yang diminta, mekanisme pembaruan, kebijakan privasi, dan perlindungan transaksinya.
3. Pembaruan aplikasi bisa lebih rumit
Ketika aplikasi diperoleh dari beberapa marketplace, pengguna harus mengetahui layanan mana yang bertanggung jawab mengirimkan pembaruan.
Perbedaan sumber, versi, tanda tangan aplikasi, lisensi, akun pembelian, atau wilayah distribusi dapat menimbulkan masalah ketika aplikasi diperbarui atau dipindahkan ke toko lain.
Kualitas aplikasi juga tidak hanya ditentukan oleh keamanannya. Kamu dapat membaca artikel TechCorner.ID mengenai peringatan aplikasi boros baterai di Play Store untuk memahami pentingnya performa dan efisiensi daya.
4. Risiko toko aplikasi palsu tetap ada
Pelaku kejahatan dapat memanfaatkan berita ini untuk membuat situs, iklan, atau file APK yang mengatasnamakan marketplace terkenal.
Modusnya dapat berupa halaman login palsu, aplikasi tiruan, permintaan pembayaran, pencurian akun, atau file yang membawa malware. Jangan mengunduh marketplace hanya karena menerima tautan melalui pesan singkat, komentar media sosial, grup percakapan, atau iklan mencurigakan.
5. Kebijakan ini masih terbatas di Amerika Serikat
Kedua program tersebut secara khusus ditujukan untuk toko aplikasi dan pengguna Android di Amerika Serikat. Marketplace peserta tidak boleh menggunakan akses katalog untuk mendistribusikan aplikasi kepada pengguna di luar wilayah tersebut.
Karena itu, pengguna Indonesia belum otomatis memperoleh opsi yang sama mulai 22 Juli 2026.
Dampak bagi Pengembang Aplikasi
Bagi pengembang, keterbukaan katalog dapat meningkatkan jangkauan aplikasi tanpa harus menyiapkan materi listing dari awal untuk setiap marketplace.
Nama aplikasi, ikon, deskripsi, gambar, dan video yang sebelumnya dikirimkan ke Google dapat ditampilkan melalui marketplace peserta. Hal ini berpotensi membantu aplikasi ditemukan oleh kelompok pengguna baru.
Namun, distribusi yang lebih luas juga menambah kebutuhan pengawasan. Pengembang harus memperhatikan cara mereknya ditampilkan, kebijakan marketplace, layanan pelanggan, metode pembayaran, ulasan pengguna, dan sumber pembaruan aplikasi.
Google memberikan pilihan agar pengembang dapat mengelola marketplace secara individual atau menolak listing aplikasinya dibagikan. Pengembang yang menginginkan kontrol penuh dapat memilih keluar melalui pengaturan Play Console.
Biaya layanan Google tetap berlaku untuk aplikasi yang ditemukan melalui marketplace lain tetapi diunduh menggunakan katalog dan infrastruktur Google Play.
Apakah Kebijakan Ini Sudah Berlaku di Indonesia?
Belum. Akses katalog dan distribusi marketplace melalui Play Store yang dimulai pada 22 Juli 2026 secara khusus berlaku di Amerika Serikat.
Indonesia akan menghadapi perubahan berbeda yang berkaitan dengan verifikasi pengembang Android. Mulai 30 September 2026, registrasi aplikasi menjadi persyaratan untuk distribusi melalui tujuh toko peserta di Indonesia, Brasil, Singapura, dan Thailand.
Tujuh toko tersebut adalah Google Play, HONOR App Market, OPPO App Market, Galaxy Store, Palm Store, vivo V-Appstore, dan Xiaomi GetApps.
Ketentuan tersebut tidak berarti seluruh aplikasi di luar toko resmi langsung diblokir. Aplikasi yang belum terdaftar masih dapat dipasang menggunakan Android Debug Bridge atau alur instalasi lanjutan yang disediakan bagi pengguna berpengalaman.
Verifikasi pengembang bertujuan memastikan bahwa identitas pihak yang mendistribusikan aplikasi dapat diketahui. Kebijakan ini berbeda dari program akses katalog dan distribusi toko aplikasi pesaing di Amerika Serikat.
Tips Aman Menggunakan Toko Aplikasi Selain Play Store
- Unduh marketplace hanya melalui situs resmi, toko bawaan perangkat, atau jalur distribusi yang sudah diverifikasi.
- Periksa nama organisasi pengelola, alamat situs, kebijakan privasi, dan layanan dukungannya.
- Pastikan halaman aplikasi menampilkan identitas pengembang, versi, ukuran file, izin, dan sumber aplikasi.
- Hindari aplikasi modifikasi yang menjanjikan fitur berbayar secara gratis.
- Jangan memberikan izin akses yang tidak sesuai dengan fungsi aplikasi.
- Aktifkan Google Play Protect dan perhatikan setiap peringatan keamanan.
- Gunakan metode pembayaran yang memiliki perlindungan transaksi.
- Periksa kebijakan pengembalian dana sebelum membeli aplikasi atau langganan.
- Pastikan marketplace memiliki sistem pembaruan aplikasi yang jelas.
- Perbarui Android, browser, dan komponen keamanan secara berkala.
Toko aplikasi alternatif dapat memberikan lebih banyak pilihan. Namun, kemudahan pemasangan tidak boleh menggantikan kebiasaan memeriksa sumber, reputasi, dan izin aplikasi.
Link Resmi
- Pengumuman akses listing Google Play untuk toko aplikasi pihak ketiga: https://support.google.com/googleplay/android-developer/answer/17187609?hl=en
- Persyaratan Play Catalog Access Program: https://support.google.com/googleplay/android-developer/answer/17117200?hl=en
- Persyaratan Third-party App Store on Play Program: https://support.google.com/googleplay/android-developer/answer/17118006?hl=en
- Informasi resmi verifikasi pengembang Android: https://android-developers.googleblog.com/2026/06/android-developer-verification.html
Hub Link Kontekstual
- Berita dan panduan Android: https://www.techcorner.id/search/label/Android
- Informasi aplikasi terbaru: https://www.techcorner.id/search/label/Aplikasi
- Perkembangan layanan Google: https://www.techcorner.id/search/label/Google
- Panduan keamanan digital: https://www.techcorner.id/search/label/Keamanan%20Digital
Pantau Perubahan Android agar Tidak Ketinggalan
Ekosistem Android terus berubah, mulai dari aturan distribusi aplikasi, sistem pembayaran, hingga kebijakan keamanan pengembang. Ikuti pembaruan terbaru di TechCorner.ID agar kamu lebih mudah memahami dampaknya sebelum mencoba layanan atau toko aplikasi baru.
Kesimpulan
Play Store tidak lagi menjadi satu-satunya jalur yang memperoleh ruang besar dalam distribusi aplikasi Android di Amerika Serikat. Mulai 22 Juli 2026, Google membuka dua program terpisah untuk toko aplikasi pesaing.
Play Catalog Access Program memungkinkan marketplace terdaftar menampilkan katalog Google Play, sementara proses pengunduhan aplikasi tetap diselesaikan melalui infrastruktur Google. Sementara itu, Third-party App Store on Play Program memungkinkan marketplace pesaing didistribusikan langsung melalui Google Play.
Perubahan ini dapat menambah pilihan, mendorong persaingan, dan membuka peluang distribusi baru bagi pengembang. Namun, setiap marketplace dapat memiliki kebijakan, sumber aplikasi, metode pembaruan, dan tingkat keamanan yang berbeda.
Bagi pengguna Indonesia, program tersebut belum berlaku dengan mekanisme yang sama. Perubahan terdekat di Indonesia adalah tahap awal verifikasi pengembang pada tujuh toko aplikasi peserta mulai 30 September 2026.
FAQ Singkat
1. Apakah toko aplikasi lain bisa diunduh melalui Play Store?
Ya, tetapi hanya bagi pengguna Amerika Serikat dan marketplace yang diterima dalam Third-party App Store on Play Program. Program tersebut dijadwalkan tersedia mulai 22 Juli 2026.
2. Apakah akses katalog membuat marketplace otomatis masuk Play Store?
Tidak. Akses katalog dan distribusi marketplace melalui Google Play merupakan dua program berbeda dengan pendaftaran, biaya, dan persyaratan masing-masing.
3. Apakah kebijakan ini sudah berlaku di Indonesia?
Belum. Kedua program tersebut secara khusus berlaku di Amerika Serikat. Indonesia memiliki kebijakan berbeda terkait verifikasi pengembang mulai 30 September 2026.
4. Apakah semua aplikasi Google Play akan tersedia di toko lain?
Tidak selalu. Pengembang dapat mengizinkan seluruh listing, mengatur marketplace secara individual, atau menolak distribusi listing aplikasinya melalui toko pihak ketiga.
5. Apakah aplikasi dari marketplace lain tetap aman?
Tingkat keamanannya bergantung pada program, sumber aplikasi, dan kebijakan marketplace. Pengguna tetap harus memeriksa identitas pengembang, izin aplikasi, kebijakan privasi, dan sumber unduhannya.
6. Apakah harga aplikasi akan lebih murah?
Belum tentu. Persaingan dapat membuka peluang promosi dan metode pembayaran berbeda, tetapi harga tetap dipengaruhi pengembang, pajak, biaya transaksi, kurs, dan wilayah pengguna.
7. Apakah Play Store akan dihapus atau digantikan?
Tidak. Layanan Google tetap tersedia dan dapat digunakan seperti biasa. Toko aplikasi pihak ketiga hanya menjadi pilihan tambahan bagi pengguna.