✨ Dukung konten teknologi independen berkualitas. Akses penuh ke semua tulisan premium TechCorner.ID untuk pembaca yang peduli seperti Anda. 👉 Info selengkapnya

×

Spesifikasi Infinix Hot 60 Pro dan Pro+ Terbaru: Mana yang Cocok Buat Kamu?

Infinix Hot 60 Pro+
Infinix Hot 60 Pro+

Pendahuluan: Dua Seri Infinix untuk Kelas Menengah 4G

Infinix memperkuat segmen kelas menengah 4G di tahun 2025 dengan menghadirkan dua seri yang cukup agresif di kelas harga 2–3 jutaan. Keduanya menonjol berkat layar AMOLED dengan refresh rate tinggi, chipset MediaTek Helio G200, kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX882, baterai 5.160 mAh, serta sistem operasi Android 15 dengan XOS 15.1 yang lebih segar dan ringan.

Perbedaan paling terasa ada di sisi desain dan beberapa detail fitur pendukung. Salah satu varian mengusung desain flat dengan bodi tipis dan fleksibilitas slot microSD, sedangkan varian satunya lagi tampil lebih premium dengan layar curved 3D, bobot yang lebih ringan, dan bodi ultra-tipis. Artikel kali ini akan membahas spesifikasi teknis, pengalaman pemakaian, performa gaming, kelebihan dan kekurangan, hingga update harga di Indonesia, sehingga pembaca bisa menilai mana seri yang paling cocok dengan kebutuhan.

Spesifikasi Utama untuk Pengguna Indonesia

Tabel Ringkasan Spesifikasi

Secara garis besar, kedua model ini punya basis hardware yang serupa, hanya dibedakan oleh desain dan beberapa fitur tambahan.

  • Chipset: MediaTek Helio G200 (6 nm), CPU octa-core (2×Cortex-A76 2,2 GHz + 6×Cortex-A55)
  • GPU: Mali kelas menengah yang dioptimalkan untuk gaming kasual
  • RAM: 8 GB LPDDR4X (dengan dukungan RAM virtual)
  • Storage: 128 GB / 256 GB UFS 2.2
  • Layar: AMOLED 6,78 inci, resolusi 1.5K, refresh rate 144 Hz, touch sampling 240 Hz, perlindungan Gorilla Glass 7i
  • Kecerahan: hingga sekitar 4.500 nits peak, aman untuk pemakaian outdoor
  • Kamera belakang utama: 50 MP Sony IMX882 dengan AI dan mode malam
  • Kamera belakang pendamping: depth/macro sesuai konfigurasi
  • Kamera depan: 13 MP dengan dual LED flash
  • Video: hingga 2K 30 fps untuk kamera depan dan belakang
  • Baterai: 5.160 mAh dengan fast charging 45 W dan reverse charging 10 W
  • Fitur lain: NFC, IR blaster, speaker stereo, sensor sidik jari di dalam layar
  • Ketahanan: rating IP64 untuk varian flat, dan IP65 untuk model dengan bodi lebih premium
  • OS: Android 15 dengan XOS 15.1 dan dukungan update beberapa tahun ke depan

Perbedaan Kunci Antar Varian

Ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan sebelum memilih salah satu:

  • Desain dan bodi:
    Satu model menggunakan desain flat frame dengan ketebalan sekitar 6,6 mm dan bobot ±170 gram. Varian satunya hadir dengan desain 3D curved, ketebalan hanya sekitar 5,95 mm dan bobot ±155 gram, sehingga terasa lebih ringan dan elegan.
  • Slot microSD:
    Varian dengan desain flat biasanya tetap menyediakan slot microSD untuk ekspansi storage, sementara versi premium yang lebih tipis cenderung mengandalkan kapasitas internal besar tanpa slot tambahan.
  • Ketahanan terhadap air dan debu:
    Versi flat mengantongi rating IP64, sedangkan varian premium meningkat ke IP65 sehingga lebih tahan terhadap semburan air dari berbagai arah.
  • Kualitas audio:
    Keduanya mengusung speaker stereo, namun varian yang lebih premium menggunakan tuning audio khusus dari JBL untuk memberikan karakter suara yang lebih kaya.

Bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas storage dan harga lebih bersahabat, model flat menjadi pilihan rasional. Sementara itu, bagi yang mengejar desain tipis, bobot ringan, dan kesan flagship, varian premium lebih menggoda.

Desain dan Layar: Tipis, Premium, dan Nyaman Harian

Desain Flat vs Curved 3D

Bahasa desain yang dipakai sangat mengikuti tren smartphone masa kini, dengan modul kamera belakang besar dan finishing bodi bergaya premium. Pilihan warna yang mengkilap, frame yang tegas, serta penempatan kamera yang simetris membuat tampilannya enak dipandang baik dari depan maupun belakang.

Model dengan frame flat terasa mantap ketika digenggam, cocok bagi pengguna yang suka tampilan rigid dan modern. Sementara varian bercorak curved 3D memberikan sensasi genggaman yang lebih halus dan nyaman, terutama untuk penggunaan jangka panjang seperti scrolling media sosial dan menonton video berjam-jam.

Panel AMOLED 144 Hz dengan Kecerahan Tinggi

Kedua seri memanfaatkan panel AMOLED berukuran 6,78 inci beresolusi 1.5K dengan refresh rate 144 Hz. Penggunaan panel ini membuat tampilan konten terasa tajam, warna lebih hidup, dan hitam yang pekat.

Refresh rate 144 Hz sangat terasa ketika pengguna sering berpindah aplikasi, scrolling di media sosial, atau membuka settings yang banyak animasi. Gerakan transisi terlihat halus, sementara touch sampling 240 Hz memberi respon sentuhan yang cepat, terutama saat digunakan bermain game kompetitif.

Dengan tingkat kecerahan puncak yang tinggi, layar masih nyaman digunakan di bawah sinar matahari, misalnya ketika Anda sedang navigasi di luar ruangan, memotret, atau sekadar membaca chat di siang hari.

Performa dan Pengalaman Gaming di Indonesia

Helio G200 dan RAM 8 GB untuk Aktivitas Sehari-hari

MediaTek Helio G200 dirancang sebagai chipset kelas menengah yang seimbang antara efisiensi daya dan performa gaming. Dipadukan dengan RAM 8 GB dan storage UFS 2.2, penggunaan sehari-hari terasa lincah:

  • Membuka banyak aplikasi media sosial dan chat secara bersamaan
  • Berpindah antara aplikasi kerja, email, dan browser
  • Mengaktifkan kamera tanpa jeda yang mengganggu

Dalam pengujian sintetis, skor AnTuTu v10 untuk kombinasi ini berada di kisaran ratusan ribu poin yang cukup tinggi untuk kelas harga menengah. Angka tersebut memang hanya patokan kasar, tetapi setidaknya menggambarkan bahwa performanya sudah mumpuni untuk mayoritas kebutuhan pengguna di Indonesia.

Pengalaman Gaming: MLBB, PUBG, hingga Genshin

Untuk pengguna yang gemar bermain game populer, kombinasi Helio G200, RAM 8 GB, dan layar 144 Hz memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan:

  • Mobile Legends dapat berjalan di pengaturan grafis tinggi dengan frame rate yang relatif stabil untuk pertandingan rank.
  • PUBG Mobile nyaman dimainkan pada pengaturan Smooth–High atau Balanced–Medium, dengan input responsif dan tampilan yang masih enak dilihat.
  • Free Fire, sebagai game yang lebih ringan, dapat berjalan sangat lancar dan memanfaatkan layar dengan refresh rate tinggi.
  • Genshin Impact bisa dimainkan pada pengaturan grafis rendah hingga menengah, dengan frame rate yang masih playable terutama jika memanfaatkan mode gaming khusus di XOS.

Ponsel ini dibekali sistem manajemen suhu yang cukup baik sehingga meskipun dipakai bermain game berat dalam sesi yang panjang, panas di bodi masih relatif terkendali selama bermain di ruangan dengan sirkulasi udara wajar.

Kamera dan Fitur Multimedia

Kamera Belakang 50 MP Sony IMX882

Kamera utama beresolusi 50 MP dengan sensor Sony IMX882 menjadi salah satu nilai jual utama. Dalam kondisi cahaya cukup, foto yang dihasilkan memiliki warna yang cerah dan kontras, dengan detail yang baik untuk ukuran smartphone kelas menengah.

Mode HDR membantu ketika memotret di kondisi backlight atau perbedaan cahaya yang ekstrem, sementara mode malam mengoptimalkan kecerahan dan mengurangi noise saat memotret di lingkungan redup. Hasilnya mungkin belum menyamai ponsel flagship, tetapi sudah sangat cukup untuk kebutuhan mengabadikan momen sehari-hari dan upload ke media sosial.

Kamera Depan, Video, dan Kualitas Suara

Kamera depan 13 MP dengan dual LED flash membantu menghasilkan selfie yang lebih terang di kondisi minim cahaya, sekaligus mendukung video call yang jernih. Kemampuan perekaman video hingga resolusi 2K 30 fps di kamera depan maupun belakang memberi fleksibilitas bagi konten kreator pemula yang sering membuat video pendek.

Bagian audio juga tidak dilupakan. Kedua ponsel mengusung speaker stereo, dan pada varian dengan desain lebih premium, tuning audio dilakukan oleh JBL sehingga karakter suara terasa lebih seimbang untuk menonton film atau bermain game. Untuk pengguna yang lebih suka earphone kabel, model dengan jack audio 3,5 mm masih tersedia di varian frame flat sehingga memberikan pilihan koneksi audio yang lebih luas.

Baterai, Fast Charging, dan Daya Tahan

Ketahanan Baterai untuk Penggunaan Seharian

Kapasitas baterai 5.160 mAh membuat kedua seri ini mampu bertahan seharian penuh dalam skenario penggunaan normal: kombinasi browsing, media sosial, chat, streaming musik atau video, dan sesekali bermain game.

Pengguna ringan yang lebih banyak menggunakan ponsel untuk chat dan media sosial bisa mendapatkan durasi hingga lebih dari sehari sebelum perlu mengisi daya. Refresh rate layar yang bisa diatur dinamis juga membantu menghemat baterai saat tidak diperlukan kecepatan tampilan tertinggi.

Fast Charging 45 W dan Reverse Charging 10 W

Dukungan pengisian cepat 45 W membuat pengisian daya menjadi jauh lebih praktis. Dari kondisi baterai yang hampir habis menuju sekitar 50% hanya memerlukan waktu sekitar 20–25 menit, sedangkan pengisian hingga penuh bisa selesai dalam waktu kurang lebih satu jam, tergantung kondisi pemakaian saat di-charge.

Fitur reverse charging 10 W memungkinkan ponsel digunakan sebagai power bank darurat untuk mengisi perangkat lain seperti TWS, smartwatch, atau ponsel kedua. Fitur ini terasa bermanfaat ketika Anda berada dalam perjalanan dan tidak sempat membawa power bank terpisah.

Software, Fitur Tambahan, dan Keamanan

Android 15 dan XOS 15.1 yang Lebih Bersih

Kedua seri menjalankan Android 15 dengan lapisan antarmuka XOS 15.1. Antarmuka ini membawa tampilan ikon dan menu yang lebih modern, serta beberapa fitur tambahan untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan, misalnya:

  • Smart Panel untuk akses cepat ke aplikasi favorit
  • XClone untuk menggandakan aplikasi tertentu seperti WhatsApp atau aplikasi chat lain
  • Mode gaming khusus yang memprioritaskan performa dan meminimalkan gangguan notifikasi
  • Fitur keamanan dan privasi yang membantu mengontrol izin aplikasi

Dibandingkan generasi terdahulu, XOS versi terbaru terasa lebih ringan dan tidak terlalu penuh bloatware, sehingga pengalaman penggunaan harian menjadi lebih menyenangkan.

NFC, IR Blaster, dan Keamanan Biometrik

Fitur NFC menjadi poin plus terutama bagi pengguna di kota besar yang sering menggunakan kartu e-money untuk transportasi atau pembayaran di ritel. NFC memudahkan cek saldo maupun top up kartu.

Kehadiran IR blaster memudahkan ponsel berfungsi sebagai remote universal untuk perangkat rumah seperti TV atau AC. Di sisi keamanan, sensor sidik jari optical under-display memberikan akses cepat, dan bisa dikombinasikan dengan face unlock sebagai opsi tambahan.

Harga Resmi dan Harga Pasaran di Indonesia (Update 2025)

Harga Saat Peluncuran

Saat pertama kali hadir di Indonesia pada pertengahan 2025, model dengan desain flat ditawarkan dengan harga promosi yang agresif, berada di kisaran sekitar dua jutaan rupiah untuk varian 8/128 GB, dan sedikit lebih tinggi untuk varian 8/256 GB. Di luar masa flash sale, harga reguler biasanya naik sedikit, namun masih berada dalam rentang yang kompetitif di segmen menengah.

Varian dengan desain premium diposisikan sedikit di atas, menyesuaikan peningkatan desain, ketebalan yang lebih tipis, serta beberapa penyempurnaan fitur.

Perkiraan Harga Terbaru di Toko Online

Memasuki akhir tahun 2025, harga pasaran di marketplace dan toko resmi online umumnya berada di kisaran sekitar Rp2,0–2,4 jutaan untuk model flat, tergantung kapasitas storage dan promo. Varian dengan desain lebih premium di kisaran sekitar Rp2,3–2,7 jutaan, kembali tergantung memori, warna, dan kebijakan promo masing-masing toko.

Sebagai referensi, pembaca bisa memeriksa:

  • Situs resmi Infinix Indonesia
  • Halaman seri HOT di situs resmi
  • Official store Infinix di marketplace besar seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada

Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti promo, diskon musiman, maupun perubahan kebijakan toko. Karena itu, sebaiknya selalu cek harga terbaru sebelum membeli.

Untuk Siapa Kedua Seri Ini?

Pengguna Fokus Gaming dan Multitasking

Bagi pengguna yang banyak melakukan aktivitas gaming kasual, video call, dan media sosial, kombinasi layar 144 Hz, Helio G200, dan RAM 8 GB sudah sangat memadai. Varian dengan frame flat dan slot microSD cocok bagi pengguna yang:

  • Ingin menyimpan banyak game dan file tanpa khawatir kehabisan ruang
  • Butuh harga sedikit lebih hemat
  • Masih ingin menggunakan earphone kabel dengan jack audio 3,5 mm

Profil pengguna seperti pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang suka bermain game sepulang kerja akan merasa cukup dengan paket fitur ini.

Pengguna yang Mengutamakan Desain dan Multimedia

Varian dengan layar curved 3D dan bodi ekstra tipis menyasar pengguna yang:

  • Menginginkan smartphone dengan tampilan seperti flagship
  • Sering menonton film, drama Korea, atau konten streaming di layar ponsel
  • Lebih mengutamakan desain dan kenyamanan genggaman ketimbang ketersediaan slot microSD atau jack audio

Dengan bobot yang ringan dan tuning speaker dari JBL, pengalaman menikmati konten multimedia terasa lebih imersif. Pengguna yang sering bertemu klien atau aktif di media sosial juga akan terbantu oleh tampilan ponsel yang terlihat lebih premium.

Kelebihan dan Kekurangan Singkat

Kelebihan Utama

  • Layar AMOLED 1.5K dengan refresh rate 144 Hz dan tingkat kecerahan tinggi.
  • Desain tipis dan ringan, terutama pada varian dengan bodi premium yang curved.
  • Chipset MediaTek Helio G200 yang bertenaga untuk kelas harga menengah.
  • Kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX882 yang cukup andal untuk kebutuhan harian.
  • Baterai 5.160 mAh dengan fast charging 45 W dan reverse charging 10 W.
  • Fitur lengkap: NFC, IR blaster, speaker stereo (dengan tuning JBL di varian premium), sensor sidik jari di dalam layar.
  • Android 15 dengan XOS 15.1 yang lebih ringan dan minim bloatware.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Belum mendukung jaringan 5G, sehingga bagi pengguna yang ingin memaksimalkan jaringan generasi terbaru dalam beberapa tahun ke depan mungkin perlu mempertimbangkan seri lain.
  • Varian dengan bodi paling tipis umumnya mengorbankan slot microSD dan jack audio 3,5 mm, sehingga pengguna harus mengandalkan storage internal dan perangkat audio nirkabel.
  • Kamera belum dilengkapi OIS, sehingga foto atau video bisa blur jika tangan kurang stabil, terutama di kondisi low-light.

FAQ Singkat

1. Apakah kedua seri ini sudah resmi tersedia di Indonesia?

Ya, keduanya sudah dipasarkan secara resmi di Indonesia melalui kanal distribusi resmi dan toko online besar. Varian memori dan warna bisa berbeda-beda tergantung jalur distribusi yang digunakan.

2. Apakah kedua ponsel ini sudah mendukung jaringan 5G?

Belum. Keduanya masih mengandalkan jaringan 4G. Untuk mayoritas pengguna di Indonesia, 4G masih cukup untuk streaming, gaming, dan aktivitas harian, tetapi bagi yang ingin mengamankan perangkat untuk jangka waktu sangat panjang mungkin perlu mempertimbangkan seri yang sudah 5G.

3. Mana yang lebih cocok untuk saya: varian flat atau versi premium?

Jika Anda mengutamakan harga yang lebih terjangkau, butuh slot microSD, dan ingin tetap menggunakan earphone kabel melalui jack audio 3,5 mm, varian frame flat lebih cocok. Jika Anda mengejar desain yang sangat tipis, bobot ringan, dan pengalaman multimedia yang lebih imersif, versi premium dengan layar curved dan tuning audio khusus lebih menarik.

4. Apakah kedua seri ini cocok untuk gaming?

Cukup cocok. Chipset Helio G200, RAM 8 GB, dan layar 144 Hz memberikan pengalaman bermain yang baik untuk game populer seperti Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG Mobile. Untuk game berat seperti Genshin Impact, disarankan menggunakan pengaturan grafis rendah hingga menengah agar frame rate tetap stabil.

5. Di mana saya bisa mengecek harga terbaru?

Harga terbaru dapat dicek melalui situs resmi Infinix Indonesia dan official store di marketplace besar seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Harga yang tercantum dalam artikel ini bersifat perkiraan dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti promo, diskon, maupun kebijakan masing-masing toko.

Kesimpulan

Dua seri ini menjadi pilihan menarik di kelas menengah 4G pada tahun 2025. Keduanya menawarkan layar AMOLED dengan refresh rate tinggi, chipset Helio G200, baterai besar, serta fitur-fitur yang jarang ditemukan di harga sekelasnya seperti NFC, IR blaster, dan speaker stereo.

Model dengan frame flat cocok bagi pengguna yang mengutamakan nilai rasio harga terhadap fitur. Slot microSD, jack audio 3,5 mm, dan harga yang lebih bersahabat membuatnya menjadi pilihan logis bagi pelajar, mahasiswa, atau pekerja yang butuh perangkat serbaguna tanpa harus mengeluarkan biaya berlebih.

Sementara itu, varian dengan desain premium diarahkan bagi pengguna yang lebih peduli pada tampilan dan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Layar curved 3D, bobot sangat ringan, dan tuning audio yang lebih matang membuatnya terlihat dan terasa seperti ponsel kelas atas, meski harganya masih di rentang menengah.

Selama pengguna memahami bahwa kedua seri ini masih berbasis jaringan 4G dan belum memiliki OIS pada kamera, keduanya bisa menjadi kandidat kuat untuk smartphone harian yang seimbang antara performa, desain, dan harga di pasar Indonesia tahun 2025.

CTA – Dukung TechCorner.ID untuk Review Gadget Lebih Mendalam

Ingin terus membaca ulasan gadget yang detail dengan konteks pasar Indonesia, mulai dari spesifikasi, pengalaman pemakaian, hingga analisis kelebihan dan kekurangan? Dukung TechCorner.ID dengan cara:

  • Membaca dan membagikan artikel ke teman, keluarga, atau komunitas teknologi Anda.
  • Berlangganan konten premium TechCorner.ID untuk mendapatkan analisis yang lebih lengkap dan eksklusif.
  • Bekerja sama melalui paket Content Placement atau iklan resmi bagi brand atau toko online yang ingin menjangkau pembaca melek teknologi.

Dukungan Anda membantu TechCorner.ID tetap independen dan terus menghadirkan ulasan yang kritis, akurat, dan relevan bagi pengguna di seluruh Indonesia.