Blog Blogger Dihapus karena Malware, Salah Deteksi atau Ancaman Nyata?
Utomo Parwito 8/05/2026
TechCorner.ID - Kabar mengenai blog Blogger yang dihapus atau dinonaktifkan secara tiba-tiba ramai dibicarakan sejak 4 Agustus 2026. Sejumlah pemilik blog mengaku menerima pemberitahuan bahwa situs mereka melanggar kebijakan Malware and Similar Malicious Content atau malware dan konten berbahaya sejenis.
Laporan baru masih bermunculan hingga pagi 5 Agustus 2026. Halaman komunitas bantuan Blogger memperlihatkan keluhan dari pengelola situs dengan jenis konten, usia blog, bahasa, dan domain yang berbeda. Beberapa di antaranya mengelola blog pribadi, transportasi, tanaman, ulasan budaya, arsip, hingga situs yang telah aktif selama lebih dari satu dekade.
Kesamaan waktu dan alasan penindakan tersebut memunculkan dugaan bahwa sebagian blog terkena salah klasifikasi atau false positive. Namun, sampai artikel ini disusun, belum ditemukan pengumuman resmi Google yang memastikan bahwa seluruh tindakan tersebut merupakan kesalahan sistem.
Karena itu, pemilik blog tidak sebaiknya langsung panik, tetapi juga tidak boleh menganggap semua kasus pasti merupakan salah deteksi. Setiap blog tetap perlu diperiksa secara individual untuk memastikan tidak ada script, iklan, iframe, tautan lama, file unduhan, atau kode pihak ketiga yang berpotensi membahayakan pengunjung.
Ringkasan Cepat
- Banyak pengguna melaporkan blog mereka dikunci atau dihapus dengan alasan pelanggaran kebijakan malware.
- Gelombang laporan mulai terlihat pada 4 Agustus 2026 dan masih berlanjut pada 5 Agustus 2026.
- Pola laporan yang serentak mengarah pada dugaan salah klasifikasi dalam skala luas.
- Google belum mengumumkan secara resmi penyebab maupun jumlah blog yang terdampak.
- Pengguna yang terdampak dapat mengajukan Appeal atau Request Review melalui notifikasi Blogger.
- Pemilik blog perlu memeriksa Search Console, mengaudit kode pihak ketiga, dan membuat cadangan lengkap.
Apa yang Terjadi pada Banyak Blog Blogger?
Laporan yang muncul di komunitas Blogger menunjukkan pola yang hampir sama. Pemilik blog menerima pemberitahuan bahwa konten mereka dianggap melanggar kebijakan malware dan konten berbahaya sejenis. Setelah itu, blog tidak dapat diakses seperti biasa atau tampil dalam kondisi terkunci pada dasbor.
Istilah “dihapus” yang digunakan pengguna belum tentu menggambarkan status teknis yang sama pada setiap kasus. Ada blog yang dikunci, dinonaktifkan sementara, dibatalkan publikasinya, atau tidak dapat dibuka oleh pengunjung. Dalam kondisi tertentu, tindakan juga dapat dikenakan pada postingan tertentu, bukan seluruh blog.
Kebijakan Blogger memang memberikan wewenang kepada platform untuk mengambil tindakan terhadap konten yang dinilai melanggar. Bentuknya dapat berupa pembatasan distribusi, pembatalan publikasi, penghapusan konten, penghapusan blog, hingga pembatasan akses ke layanan.
Blogger menyatakan bahwa pengguna yang terkena tindakan akan menerima pemberitahuan mengenai jenis pelanggaran dan alasan penegakan kebijakan. Pemberitahuan tersebut juga seharusnya menyertakan langkah untuk mengajukan banding apabila pengguna meyakini keputusan itu keliru. Penjelasan lengkapnya dapat dibaca melalui Kebijakan Konten Blogger.
Oleh sebab itu, pemilik perlu membaca notifikasi secara lengkap. Periksa apakah tindakan hanya berlaku pada satu artikel, seluruh blog, akun Blogger, atau akun Google yang digunakan untuk mengelolanya.
Benarkah Blogger Melakukan Penghapusan Massal?
Pernyataan bahwa banyak blog terkena tindakan dalam waktu berdekatan didukung oleh banyaknya laporan yang muncul di komunitas bantuan Blogger. Halaman tersebut juga menampilkan utas khusus bertanggal 4 Agustus 2026 yang membahas lonjakan laporan false positive untuk kebijakan malware.
Pada 5 Agustus 2026, keluhan lain masih terus muncul. Beberapa pemilik menyebut blognya telah aktif selama 10 hingga 15 tahun, sedangkan pengguna lain mengaku tidak menemukan peringatan keamanan di Search Console maupun hasil pemeriksaan eksternal. Perkembangan laporan pengguna dapat dilihat melalui Blogger Community.
Namun, dua hal berikut perlu dipisahkan secara jelas.
Pertama, memang terdapat banyak laporan penonaktifan blog dengan alasan yang sama dalam waktu berdekatan.
Kedua, belum ada konfirmasi resmi bahwa seluruh kasus merupakan kesalahan sistem atau bahwa Blogger sedang melakukan penghapusan massal secara sengaja.
Istilah “penghapusan massal” dapat membuat pembaca menyimpulkan bahwa Google sedang membersihkan seluruh platform atau menargetkan kelompok blog tertentu. Belum ada bukti yang mendukung kesimpulan tersebut.
Formulasi yang lebih tepat adalah bahwa sedang terjadi gelombang penonaktifan blog dengan indikasi salah klasifikasi. Dugaan false positive cukup kuat karena pola laporan yang serentak, tetapi status setiap blog tetap harus ditentukan melalui pemeriksaan dan proses banding.
Mengapa Blog yang Terlihat Bersih Bisa Ditandai Malware?
Blog yang terlihat normal saat dibuka belum tentu bebas dari seluruh komponen berisiko. Masalah tidak selalu berada di dalam artikel utama. Pemicu dapat berasal dari template, widget, iklan, iframe, tautan eksternal, pengalihan, atau kode yang dimuat dari server pihak ketiga.
Sistem keamanan juga dapat melihat halaman secara berbeda dari pemiliknya. Beberapa kode hanya aktif pada perangkat tertentu, lokasi tertentu, pengguna yang belum pernah berkunjung, atau ketika halaman dibuka dari sumber trafik tertentu.
Script dan Widget Pihak Ketiga
Banyak template Blogger menggunakan JavaScript tambahan untuk menampilkan fitur seperti statistik, tombol berbagi, komentar, notifikasi, iklan, pemutar video, dan rekomendasi artikel.
Script tersebut biasanya dimuat dari server eksternal. Pemilik blog tidak selalu mempunyai kendali terhadap perubahan yang terjadi di server penyedia.
Sebuah widget yang aman ketika dipasang beberapa tahun lalu dapat berubah setelah domain penyedia kedaluwarsa, berganti pemilik, diretas, atau digunakan untuk tujuan berbeda. Kode tetap berada di template dan terus dipanggil setiap kali halaman dibuka.
Oleh karena itu, script yang sudah tidak digunakan sebaiknya dihapus. Jangan mempertahankan kode hanya karena tidak terlihat mengganggu tampilan blog.
Iklan, Pop-up, dan Pengalihan
Iklan pihak ketiga dapat menjadi sumber masalah ketika materi yang ditampilkan berubah-ubah. Sebuah jaringan mungkin menampilkan iklan normal pada sebagian kunjungan, tetapi mengirimkan pop-up atau pengalihan mencurigakan pada kondisi lain.
Google menjelaskan bahwa sumber daya pihak ketiga, termasuk iklan dan komponen tertanam, dapat menyebabkan pelanggaran apabila menipu pengguna agar mengunduh perangkat lunak, memberikan informasi pribadi, atau membuka halaman berbahaya.
Konten semacam ini tidak selalu terlihat oleh pemilik situs. Iklan dapat berbeda antara desktop dan seluler atau baru muncul setelah halaman dimuat beberapa kali. Pop-up, pop-under, dan pengalihan otomatis tetap dapat membuat halaman induk dianggap bermasalah.
Tautan Lama Berubah Menjadi Berbahaya
Tautan eksternal merupakan bagian yang sering terlewat dalam audit keamanan. Artikel lama mungkin menautkan situs yang terpercaya ketika pertama kali diterbitkan.
Setelah beberapa tahun, domain tujuan dapat kedaluwarsa dan dibeli oleh pihak lain. Situs yang sebelumnya berisi dokumentasi, aplikasi, atau sumber informasi dapat berubah menjadi halaman iklan agresif, penipuan, perjudian, unduhan palsu, atau distribusi malware.
Search Console memiliki kategori khusus untuk tautan menuju unduhan berbahaya. Google dapat memberikan peringatan apabila sebuah situs mengarahkan pengguna ke halaman yang menawarkan malware atau perangkat lunak tidak diinginkan, meskipun file tersebut tidak disimpan langsung di blog.
File Unduhan
Blog yang menyediakan APK, perangkat lunak, template, ekstensi, dokumen, atau arsip ZIP memiliki risiko pemeriksaan lebih tinggi karena melibatkan file yang diunduh pengguna.
Pastikan setiap file berasal dari sumber resmi, tidak dimodifikasi secara mencurigakan, dan tidak ditempatkan di balik tombol unduhan palsu. Periksa juga halaman perantara, pemendek URL, serta jaringan iklan yang digunakan sebelum pengunjung mencapai file.
Google menyebut peringatan dapat muncul ketika sebuah situs menawarkan unduhan yang dianggap berbahaya atau belum umum dikenal. Hasil pemeriksaan antivirus juga tidak selalu sama dengan penilaian Google Safe Browsing karena masing-masing menggunakan kriteria sendiri.
Akun atau Template Disusupi
Kemungkinan lain adalah akses tidak sah ke akun Google atau perubahan tersembunyi pada template.
Seseorang yang memperoleh akses dapat menambahkan administrator, mengubah widget, menyisipkan JavaScript, atau menambahkan tautan tanpa mengubah artikel utama. Pemilik mungkin tidak menyadarinya karena tampilan halaman masih terlihat sama.
Periksa aktivitas keamanan akun Google, perangkat yang masih login, aplikasi pihak ketiga yang memiliki akses, serta daftar penulis dan administrator blog. Ganti kata sandi dan aktifkan verifikasi dua langkah jika ditemukan aktivitas mencurigakan.
Salah Klasifikasi Sistem
Kemungkinan false positive tidak dapat diabaikan. Banyaknya laporan dengan waktu dan alasan yang sama membuat dugaan salah klasifikasi cukup masuk akal.
Akan tetapi, tidak adanya masalah pada halaman utama atau Search Console belum otomatis membuktikan bahwa semua komponen blog aman. Blogger dan Search Console memiliki fungsi pemeriksaan serta mekanisme penegakan yang berbeda.
Karena itu, pendekatan paling aman adalah melakukan audit terlebih dahulu, kemudian mengajukan banding dengan penjelasan yang terukur.
Cara Mengatasi Blog Blogger yang Dihapus atau Dikunci
Pemilik blog yang terkena tindakan sebaiknya tidak terburu-buru membuat blog baru dan menyalin seluruh konten. Lakukan langkah berikut secara berurutan.
1. Simpan Bukti Pemberitahuan
Baca notifikasi di dasbor Blogger dan email yang terhubung dengan akun. Catat beberapa informasi berikut:
- nama dan alamat blog;
- tanggal serta waktu penindakan;
- jenis pelanggaran yang disebutkan;
- artikel atau bagian yang ditandai, jika tersedia;
- tombol Appeal atau Request Review;
- perubahan terakhir yang dilakukan sebelum masalah terjadi.
Ambil tangkapan layar sebagai dokumentasi. Bukti tersebut dapat membantu ketika meminta peninjauan atau menjelaskan kasus di komunitas bantuan.
2. Periksa Security Issues di Search Console
Buka Google Search Console, pilih properti blog, kemudian masuk ke bagian Security Issues.
Jika terdapat masalah, buka detailnya dan periksa contoh URL yang diberikan. Namun, jangan berasumsi bahwa contoh tersebut merupakan daftar lengkap.
Google menjelaskan bahwa URL yang ditampilkan hanya berupa sampel. Sebuah properti juga dapat memiliki masalah keamanan tanpa contoh URL apabila sistem tidak berhasil menghasilkan sampel. Pemilik tetap harus memeriksa seluruh situs dan memperbaiki semua jenis masalah sebelum meminta peninjauan.
Periksa juga laporan Manual Actions, tetapi pahami perbedaannya. Manual Actions berhubungan dengan pelanggaran yang memengaruhi visibilitas di hasil pencarian, sedangkan Security Issues berkaitan dengan perilaku yang dapat membahayakan pengunjung atau perangkatnya.
Informasi selengkapnya tersedia di halaman resmi Security Issues Report Google Search Console.
3. Audit Template dan Tata Letak
Sebelum mengubah template, unduh salinannya terlebih dahulu.
Buka Tema → Edit HTML, kemudian cari script dari domain yang tidak dikenal. Setelah itu, periksa seluruh widget pada menu Tata Letak.
Prioritaskan audit terhadap:
- JavaScript eksternal;
- iframe;
- script iklan;
- kode pop-up;
- pengalihan otomatis;
- tombol download;
- layanan notifikasi;
- pemendek URL;
- widget yang sudah lama tidak diperbarui;
- kode yang disamarkan atau sulit dibaca;
- domain eksternal yang tidak lagi aktif.
Hapus kode yang tidak diperlukan. Apabila fungsi sebuah script tidak diketahui, telusuri asalnya atau konsultasikan dengan orang yang memahami template Blogger sebelum menghapusnya.
4. Audit Artikel dan Tautan Eksternal
Periksa artikel lama yang memiliki banyak tautan keluar, file unduhan, iframe, video tertanam, atau tombol menuju situs lain.
Klik tautan menggunakan perangkat dan jaringan yang aman. Perhatikan apakah tujuan akhirnya masih sesuai, memunculkan pengalihan, meminta izin notifikasi, membuka halaman baru, atau menampilkan tombol palsu.
Jangan hanya memeriksa artikel terbaru. Postingan berusia bertahun-tahun justru berpotensi menyimpan tautan ke domain yang telah berubah fungsi.
5. Periksa Blog di Desktop dan Seluler
Sebagian iklan atau kode berbahaya hanya aktif pada perangkat tertentu. Uji halaman penting melalui desktop dan seluler.
Periksa homepage, artikel populer, halaman statis, halaman label, pencarian internal, dan artikel yang memiliki file unduhan. Coba juga membuka halaman dalam mode penyamaran agar tampilannya menyerupai kunjungan pengguna baru.
Google menyarankan penggunaan URL Inspection untuk melihat halaman seperti yang diakses sistemnya. Teknik ini berguna karena kode berbahaya dapat menggunakan cloaking dan hanya menampilkan perubahan kepada pengguna atau mesin tertentu.
6. Amankan Akun Google
Buka pengaturan keamanan akun Google dan tinjau:
- perangkat yang terhubung;
- aktivitas login terbaru;
- aplikasi pihak ketiga;
- metode pemulihan akun;
- administrator dan penulis Blogger;
- verifikasi dua langkah.
Keluarkan perangkat yang sudah tidak digunakan dan cabut akses aplikasi yang tidak dikenali. Gunakan kata sandi baru yang unik apabila terdapat tanda akses tidak sah.
7. Ajukan Banding melalui Blogger
Setelah melakukan pemeriksaan, gunakan tombol Appeal atau Request Review yang tersedia pada notifikasi.
Blogger menyatakan bahwa pengguna dapat mengajukan banding apabila meyakini keputusan penindakan merupakan kesalahan. Banding biasanya diputuskan dalam waktu sekitar 10 hari kerja, meskipun kasus yang lebih kompleks dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Gunakan penjelasan singkat, faktual, dan tidak emosional. Contohnya:
Blog ini digunakan untuk menerbitkan konten informasi yang sah dan tidak dengan sengaja menyebarkan malware atau perangkat lunak berbahaya. Saya telah memeriksa Search Console, template, widget, script pihak ketiga, tautan eksternal, dan keamanan akun. Mohon dilakukan peninjauan manual karena saya meyakini penindakan ini merupakan kesalahan klasifikasi.
Sesuaikan isi banding dengan pemeriksaan yang benar-benar telah dilakukan. Jangan menyatakan telah menghapus atau memperbaiki sesuatu apabila tindakan tersebut belum dilakukan.
8. Jangan Mengirim Banding Berulang Kali
Setelah mengajukan permintaan, tunggu keputusan yang sedang diproses. Mengirimkan permintaan berulang sebelum keputusan diberikan tidak selalu mempercepat pemeriksaan.
Untuk peninjauan Security Issues, Google secara khusus menyarankan pengguna tidak mengirim ulang permintaan sebelum keputusan atas permintaan sebelumnya diterima. Permintaan berulang dapat memperpanjang proses.
Cara Mencadangkan Blogger Sebelum Terjadi Masalah
Kasus ini menjadi pengingat bahwa domain sendiri belum berarti pemilik mempunyai kendali penuh atas platform.
Selama konten, template, dan pengelolaan situs masih berada di Blogger, pemilik tetap bergantung pada sistem, kebijakan, dan proses pemulihan yang disediakan Google.
Buat tiga jenis cadangan berikut.
Cadangan Konten
Masuk ke dasbor Blogger, kemudian buka:
Setelan → Kelola blog → Cadangkan konten
Blogger menjelaskan bahwa fitur tersebut menghasilkan file XML berisi postingan dan komentar. Panduannya dapat dibaca melalui halaman mencadangkan konten Blogger.
Simpan file dengan nama yang mencantumkan tanggal, misalnya:
techcorner-backup-2026-08-05.xml
Cadangan melalui Google Takeout
Gunakan Google Takeout untuk memperoleh salinan data Blogger yang lebih lengkap. Dokumentasi resmi Blogger menjelaskan bahwa file feed.atom dari cadangan Takeout dapat digunakan untuk mengimpor postingan, halaman, dan komentar.
File XML Blogger lama juga masih dapat diimpor dengan cara yang sama.
Cadangan Template
Buka menu:
Tema → ikon panah di samping Sesuaikan → Cadangkan → Download
Langkah tersebut akan menyimpan salinan template yang sedang digunakan. Penjelasannya tersedia pada panduan resmi mencadangkan dan mengimpor blog.
Cadangan Gambar dan Dokumen
Cadangan konten tidak selalu cukup untuk kebutuhan pemulihan total. Simpan juga salinan gambar utama, logo, dokumen, dan file unduhan di komputer atau penyimpanan awan terpisah.
Gunakan sedikitnya dua lokasi penyimpanan agar data tetap tersedia ketika salah satunya bermasalah.
Untuk blog yang aktif, pencadangan sebaiknya dilakukan secara rutin dan setiap kali terjadi perubahan besar pada template.
Apakah Penonaktifan Blog Bisa Memengaruhi SEO?
Blog yang tidak dapat diakses berpotensi kehilangan trafik karena pengguna dan mesin pencari gagal membuka halaman.
Besarnya dampak bergantung pada durasi gangguan, respons yang diberikan server, jumlah halaman yang tidak tersedia, serta seberapa cepat blog dipulihkan. Gangguan singkat belum tentu menghilangkan seluruh peringkat secara permanen.
Namun, jika halaman tidak tersedia dalam waktu lama, Google dapat mengurangi perayapan atau mengeluarkan URL tertentu dari indeks. Peringatan keamanan juga dapat mengurangi kepercayaan pengguna karena browser dapat menampilkan halaman peringatan sebelum situs dibuka.
Setelah blog kembali aktif, periksa:
- laporan pengindeksan;
- Security Issues;
- Manual Actions;
- performa pencarian;
- sitemap;
- halaman penting;
- tampilan seluler;
- hasil URL Inspection.
Jangan langsung meminta pengindeksan untuk banyak URL. Pastikan blog telah stabil dan tidak lagi memuat kode mencurigakan.
Pemulihan trafik dapat membutuhkan waktu karena Google perlu merayapi kembali halaman dan memperbarui sinyal situs.
Apakah Pemilik Blog Harus Pindah dari Blogger?
Kejadian ini tidak otomatis berarti semua pengguna harus meninggalkan Blogger.
Platform tersebut masih menawarkan pengelolaan sederhana, hosting tanpa biaya tambahan, dukungan domain khusus, dan integrasi dengan berbagai layanan Google. Bagi banyak penerbit, keunggulan tersebut masih relevan.
Namun, insiden ini memperlihatkan risiko ketika seluruh operasi bergantung pada satu platform. Pemilik tidak mempunyai kendali penuh terhadap server, sistem moderasi, metode deteksi, maupun waktu pemulihan.
Migrasi dapat dipertimbangkan apabila blog:
- menjadi aset bisnis utama;
- menghasilkan pendapatan yang signifikan;
- membutuhkan kontrol server;
- memerlukan pencadangan otomatis;
- memiliki tim teknis;
- membutuhkan pengaturan keamanan lebih lengkap.
Pemindahan platform juga tidak menjamin situs terbebas dari malware atau penangguhan. WordPress dan sistem mandiri memiliki risiko keamanan yang berbeda serta membutuhkan pemeliharaan lebih aktif.
Keputusan terbaik bukan sekadar memilih Blogger atau WordPress, melainkan membangun kontrol terhadap domain, cadangan, akses akun, dokumentasi teknis, dan prosedur pemulihan.
Jangan Menunggu Blog Dikunci untuk Melakukan Audit
Pemilik Blogger yang belum terdampak tidak perlu panik. Namun, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk melakukan audit ringan.
Hapus widget yang tidak digunakan, periksa script eksternal, uji tautan lama, amankan akun, dan buat cadangan terbaru. Pantau juga email keamanan Google serta laporan Search Console.
Langkah pencegahan tersebut lebih mudah dilakukan ketika blog masih dapat diakses secara normal daripada setelah akun atau situs terkunci.
Bagikan informasi ini kepada pengelola Blogger lainnya agar mereka memahami perbedaan antara laporan pengguna, dugaan salah deteksi, dan keputusan resmi Google.
Rujukan Resmi yang Perlu Diperiksa
Pemilik blog dapat menggunakan beberapa sumber resmi berikut sebagai acuan:
- Blogger Content Policy untuk memahami kebijakan malware dan proses banding.
- Blogger Help: Back up or import your blog untuk menyimpan template serta memulihkan konten dari Takeout.
- Search Console Security Issues Report untuk memeriksa malware, kode injeksi, halaman menipu, iklan bermasalah, dan unduhan berbahaya.
- Blogger Community untuk mengikuti perkembangan laporan pengguna pada kasus 4–5 Agustus 2026.
Rujukan komunitas berguna untuk mengetahui pola kejadian, tetapi tidak dapat menggantikan pengumuman resmi atau hasil peninjauan terhadap masing-masing blog.
Kesimpulan
Laporan mengenai blog Blogger yang dihapus atau dinonaktifkan karena malware memang benar terjadi. Keluhan mulai meningkat pada 4 Agustus 2026 dan masih bermunculan pada pagi 5 Agustus 2026.
Kesamaan waktu, jenis pemberitahuan, dan ragam blog yang terdampak mengarah pada dugaan false positive dalam skala luas. Namun, belum ditemukan pengumuman resmi Google yang memastikan penyebab maupun jumlah situs yang terkena.
Pemilik blog yang terdampak perlu membaca notifikasi, memeriksa Search Console, mengaudit template, menghapus komponen mencurigakan, mengamankan akun, dan mengajukan banding melalui jalur yang tersedia.
Sementara itu, pengguna yang belum terkena masalah sebaiknya segera membuat cadangan konten, template, gambar, dan data penting.
Kejadian ini bukan alasan untuk panik atau langsung meninggalkan Blogger. Namun, bergantung pada satu platform tanpa cadangan dan prosedur pemulihan merupakan risiko yang tidak seharusnya diabaikan.
FAQ Seputar Blog Blogger Dihapus karena Malware
1. Apakah Blogger sedang menghapus semua blog?
Tidak ada bukti bahwa Blogger sedang menghapus seluruh blog. Yang dapat dipastikan adalah munculnya banyak laporan penonaktifan dengan alasan pelanggaran malware dalam waktu berdekatan.
2. Apakah kasus ini benar-benar salah deteksi?
Dugaan salah deteksi cukup kuat karena pola laporan yang serentak. Namun, Google belum memastikan bahwa seluruh kasus merupakan false positive. Setiap blog tetap harus diperiksa secara individual.
3. Apakah blog yang dihapus masih bisa kembali?
Blog dapat dipulihkan apabila proses banding menyatakan bahwa penindakan merupakan kesalahan atau masalah telah diselesaikan. Gunakan tombol Appeal atau Request Review pada notifikasi Blogger.
4. Berapa lama proses banding Blogger?
Blogger menyebut banding biasanya diputuskan dalam waktu sekitar 10 hari kerja. Kasus yang lebih kompleks dapat memerlukan waktu lebih lama.
5. Mengapa Search Console bersih tetapi blog tetap dikunci?
Search Console dan penegakan kebijakan Blogger merupakan mekanisme yang berbeda. Selain itu, laporan Security Issues hanya menampilkan sampel dan terkadang tidak menyediakan contoh URL meskipun sistem menemukan indikasi masalah.
6. Apakah domain sendiri mencegah blog dihapus?
Tidak. Domain khusus memberikan kendali atas alamat situs, tetapi konten dan sistem pengelolaan masih bergantung pada Blogger selama blog tersebut menggunakan platform Blogger.
7. Komponen apa yang perlu diperiksa?
Periksa script pihak ketiga, widget, jaringan iklan, iframe, pop-up, pengalihan, file unduhan, pemendek URL, tautan lama, serta keamanan akun Google.
8. Apa saja yang harus dicadangkan?
Cadangkan postingan, halaman, komentar, template, gambar, dokumen, dan file penting lainnya. Simpan salinannya di lebih dari satu tempat.