✨ Dukung konten teknologi independen berkualitas. Akses penuh ke semua tulisan premium TechCorner.ID untuk pembaca yang peduli seperti Anda. ๐Ÿ‘‰ Info selengkapnya

×

What Is Phishing? Arti, Contoh Modus, Cara Cek Link, dan Tips Anti-Tipu 2026

What Is Phishing?

Pendahuluan

Pencarian “what is phishing” biasanya muncul saat ada email mencurigakan, SMS berisi tautan “verifikasi”, atau pesan WhatsApp yang mengaku dari bank/marketplace. Phishing adalah penipuan digital yang memancing korban menyerahkan data penting mulai dari password hingga OTP dengan memanfaatkan rasa panik dan kebiasaan klik cepat.

Artikel ini disusun ala TechCorner.ID: ringkas tapi mendalam, fokus pada tindakan nyata. Kamu akan menemukan penjelasan arti phishing, jenis-jenis yang paling sering muncul, contoh modus terbaru yang banyak dipakai, cara mengecek link dan domain palsu, serta langkah darurat jika terlanjur klik atau mengisi data. Di bagian akhir, tersedia kanal pelaporan resmi yang bisa langsung dipakai.

What Is Phishing? Arti dan Cara Kerjanya

Phishing adalah teknik penipuan yang bertujuan mencuri data sensitif misalnya password, PIN, OTP, data kartu, hingga akses akun dengan cara menyamar sebagai pihak tepercaya. Pelaku meniru identitas brand (bank, e-wallet, marketplace, ekspedisi, layanan email), lalu memancing korban untuk login di halaman palsu atau menyerahkan kode verifikasi.

Definisi sederhana yang paling mudah diingat

Jika ditanya “what is phishing” dalam versi super singkat: penipuan yang “menjebak lewat penyamaran”. Korban dibuat percaya bahwa pesan/website tersebut resmi, lalu diarahkan ke tindakan berisiko, seperti:

  • Klik tautan “verifikasi akun”
  • Mengisi username dan password di halaman login tiruan
  • Memasukkan OTP/kode verifikasi dengan alasan “konfirmasi”
  • Mengunduh lampiran atau aplikasi yang mengaku invoice/resi

Di balik layar, data yang kamu masukkan langsung masuk ke pelaku. Begitu pelaku punya password dan/atau OTP, akun bisa diambil alih dalam hitungan menit.

Bedanya phishing, scam biasa, dan malware (agar tidak salah diagnosa)

Banyak orang menyamakan semuanya sebagai “penipuan”. Padahal beda:

  • Phishing: inti serangannya mencuri kredensial (password/OTP) lewat penyamaran & link/form.
  • Scam biasa: sering murni manipulasi sosial tanpa link (misalnya diminta transfer langsung).
  • Malware: program jahat di perangkat. Malware bisa berawal dari phishing (mis. install APK “paket tertahan”).

Kesimpulannya: phishing sering jadi “pintu masuk” ke pembajakan akun dan kerugian finansial.

Jenis-Jenis Phishing yang Paling Sering Menyerang

Phishing bukan hanya email. Polanya menyebar ke SMS, telepon, WhatsApp, DM media sosial, bahkan iklan pencarian yang mengarah ke situs tiruan.

Email phishing: klasik, tapi tetap efektif

Ciri yang sering muncul:

  • Subjek darurat: “Unusual login”, “Akun dinonaktifkan”, “Konfirmasi pembayaran”
  • Pengirim mirip resmi, tetapi domain aneh atau ada tambahan huruf
  • Tombol “Verify/Confirm/Update” yang mengarah ke halaman login palsu
  • Lampiran (ZIP/PDF) yang minta dibuka untuk “invoice” atau “dokumen”

Kebiasaan aman: jangan login lewat tombol dari email. Jika perlu, buka layanan lewat aplikasi resmi atau ketik alamat situsnya sendiri.

Smishing, vishing, dan phishing via WhatsApp/DM

Tiga jalur yang paling sering menjebak pengguna mobile:

  • Smishing (SMS): tautan “paket tertahan”, “pajak”, “biaya tambahan kecil”, “refund instan”
  • Vishing (telepon): mengaku CS, memandu “pengamanan akun”, lalu meminta OTP/PIN
  • WhatsApp/DM: akun bisnis, undangan file, “verifikasi”, “kupon”, atau “tagihan”

Patokan keras: pihak resmi tidak meminta OTP, PIN, atau kode verifikasi lewat chat/telepon. Kalau ada yang meminta, itu red flag besar.

Contoh Modus Phishing 2026 yang Banyak Menjebak

Modus berubah mengikuti tren layanan digital. Namun satu benang merahnya sama: membuat situasi terasa darurat dan “wajib segera tindakan”.

Modus “akun terkunci”, “aktivitas mencurigakan”, “verifikasi ulang”

Contoh narasi yang sering dipakai:

  • “Akun kamu akan diblokir dalam 1 jam”
  • “Ada login dari perangkat baru”
  • “Verifikasi ulang demi keamanan”
  • “Akun bisnis tidak sesuai kebijakan, klik untuk banding”

Pelaku biasanya meniru tampilan login dengan sangat mirip. Begitu korban memasukkan data, pelaku langsung mencoba login ke akun asli. Jika korban juga memberikan OTP, takeover terjadi seketika.

Modus “pembayaran gagal”, “paket tertahan”, “refund”

Modus ini tampak “normal” karena sesuai aktivitas sehari-hari: belanja, kirim barang, transaksi e-wallet. Polanya:

  • Ada biaya kecil yang harus dibayar lewat link
  • Ada refund yang “harus diklaim” dengan login cepat
  • Ada pembayaran gagal yang “perlu update metode pembayaran”

Waspada: halaman pembayaran palsu biasanya meniru UI e-wallet/bank dan memaksa input OTP. Di titik ini, banyak korban mengira itu proses resmi.

Cara Mendeteksi Link Phishing dan Website Palsu

Kunci bertahan dari phishing bukan “hafal semua modus”, melainkan punya kebiasaan verifikasi yang konsisten. Fokusnya: URL, domain, dan perilaku halaman.

Checklist cepat cek URL, domain, dan struktur alamat

Sebelum klik atau mengisi data, cek:

  • Domain utama: contoh.com (resmi) vs contoh-login.com / contoh-security.com (mencurigakan)
  • Typo dan huruf mirip: g00gle, paypaI (I besar), tambahan tanda/angka
  • Jebakan subdomain: contoh.com.login-verifikasi.xyz → domain utamanya xyz, bukan contoh.com
  • HTTPS bukan jaminan: banyak situs palsu juga sudah pakai HTTPS

Trik praktis di HP: tekan lama link untuk melihat pratinjau URL tanpa membuka. Jika URL panjang dan tidak jelas, anggap berisiko.

Tanda halaman login palsu yang sering luput

Halaman palsu sering terlihat “rapi”, tapi biasanya punya pola ini:

  • Meminta OTP/PIN dengan alasan “konfirmasi akun”
  • Form login terlalu minimal, tanpa menu/fitur lain
  • Setelah login, muncul error/blank atau “loading” terus
  • Bahasa kacau, ada campuran istilah yang tidak konsisten
  • Meminta data yang tidak lazim untuk login: PIN kartu, CVV, foto KTP di tahap awal

Jika ragu, tutup tab dan akses layanan dari aplikasi resmi.

Cara Mencegah dan Menangani Phishing

Pertahanan terbaik adalah lapisan berjenjang: akun kuat, perangkat rapi, dan respons cepat saat insiden.

Praktik aman: 2FA, passkey, password manager, dan kebiasaan login sehat

Langkah yang paling berdampak untuk mengurangi risiko:

  • Aktifkan 2FA di akun penting (email utama, marketplace, e-wallet, perbankan)
  • Jika tersedia, gunakan passkey (lebih tahan terhadap pemancingan halaman login palsu)
  • Pakai password manager agar setiap akun punya password unik
  • Jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau kode verifikasi
  • Login hanya lewat aplikasi resmi atau mengetik alamat situs sendiri, bukan dari link chat

Catatan: memakai password yang sama di banyak akun adalah “bom waktu”. Satu kebocoran bisa membuka akses ke layanan lain.

Jika terlanjur klik atau isi data: langkah darurat 15 menit pertama

Jika curiga sudah masuk perangkap, lakukan ini secepatnya:

  1. Ganti password dari kanal resmi (aplikasi/website yang dibuka sendiri)
  2. Logout dari semua perangkat (fitur “sign out all sessions” bila ada)
  3. Aktifkan/ubah 2FA dan cabut perangkat yang tidak dikenal
  4. Periksa email: hapus aturan auto-forward/auto-filter mencurigakan
  5. Jika terkait dana, hubungi CS resmi dan minta blokir sementara/penanganan takeover
  6. Cek aktivitas login dan riwayat transaksi
  7. Jika sempat menginstal aplikasi/beri izin akses, hapus aplikasinya dan cek izin di perangkat

Untuk kasus finansial, kecepatan adalah segalanya. Semakin cepat tindakan, semakin kecil peluang kerugian membesar.

Link Resmi untuk Melapor dan Proteksi Anti-Phishing

Bagian ini fokus link fungsional (bukan sitasi sumber), agar bisa langsung dipakai untuk pelaporan.

Melapor situs phishing ke Google dan Microsoft

  • Google Safe Browsing (lapor phishing): https://safebrowsing.google.com/safebrowsing/report_phish/
  • Microsoft Security Intelligence (lapor situs berbahaya): https://www.microsoft.com/en-us/wdsi/support/report-unsafe-site

Tambahan praktik aman: jika menerima email phishing di Gmail/Outlook, gunakan fitur “Report phishing” dari menu aplikasi email agar sistem bisa menandai dan memblokir pola serupa.

Kanal pelaporan dan respons insiden di Indonesia

Untuk rujukan keamanan siber nasional, gunakan kanal resmi:

  • BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara): https://www.bssn.go.id/

Jika kejadian melibatkan transaksi, jalur paling efektif tetap: hubungi call center resmi bank/e-wallet dari aplikasi atau website resmi. Hindari nomor yang dikirim lewat pesan karena sering dipalsukan.

Trust Box TechCorner.ID

Modus phishing terus berubah mengikuti tren layanan digital. Prinsip yang paling aman: cek dulu, klik belakangan. Jika ada potensi risiko finansial, prioritaskan pengamanan akun dan kontak kanal resmi secepat mungkin.

Kesimpulan

Phishing adalah penipuan digital yang menyamar sebagai pihak tepercaya untuk mencuri password, OTP, atau akses akun. Serangannya bisa lewat email, SMS, telepon, WhatsApp, hingga halaman login tiruan yang tampak meyakinkan. Cara paling aman adalah membangun kebiasaan verifikasi: cek domain, jangan pernah membagikan OTP/PIN, aktifkan 2FA/passkey, dan selalu login dari kanal resmi. Jika terlanjur klik atau mengisi data, lakukan langkah darurat secepat mungkin ganti password, logout semua perangkat, perketat 2FA, dan kontak CS resmi bila terkait dana.

FAQ Singkat

1) What is phishing dalam bahasa sederhana?

Phishing adalah penipuan online yang memancing korban menyerahkan data login/OTP melalui pesan atau website palsu.

2) Apakah HTTPS berarti aman dari phishing?

Tidak. HTTPS tidak otomatis aman. Tetap cek domain utama dan struktur URL.

3) Apakah OTP boleh diberikan ke CS?

Tidak. OTP/kode verifikasi bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan ke siapa pun.

4) Kalau sudah terlanjur isi data di web palsu, apa yang harus dilakukan?

Segera ganti password dari kanal resmi, logout semua perangkat, aktifkan 2FA, cek aktivitas akun, dan hubungi CS resmi jika terkait transaksi.

5) Di mana melapor website phishing?

Gunakan kanal pelaporan resmi seperti Google Safe Browsing dan Microsoft Security Intelligence (lihat link di atas).

Sekian dulu, terima kasih dan semoga bermanfaat!.

Newest Post